Childish Designs

Kemarin ada kritik dari temen gw, Rafael, kalo disain-disain gw mostly masih soo childish (atau immature). Trigger-nya adalah waktu gw ...


Kemarin ada kritik dari temen gw, Rafael, kalo disain-disain gw mostly masih soo childish (atau immature).

Trigger-nya adalah waktu gw sodorin rancangan logo "Rockapalooza" (lihat postingan lama) yang gw bikin untuk event.

Well...ngga tahu apakah emang model seperti ngga mature, atau emang persepsi atas desain itu yang ngga berkesan "mature"? So, gw browse lagi arsip-arsip lama desain gw, dan simply gw rada ngambil kesimpulan kalo karakter-nya yang bikin disain itu terlihat "immature". Eksekusi warna yang ceria, pilihan font yang dinamis (ngga rigid/kaku) serta pengambilan ruang yang rada banyak menyisakan space bisa menimbulkan efek playful yang lekat dengan kesan psikologis "unofficial". Mungkin itu yang memicu komentar bahwa disain-disain seperti itu adalah disain yang childish.


Then, mungkin ada benernya juga, karena baru-baru ini (awal tahun) desain gw ada yang beroleh rejection dari kantor. Mungkin karena segmen-nya jadi kadang kurang pas aja kalo tetep maksa dengan konsep childish tersebut. Bagaimanapun, mapping target disain kita itu menjadi penting juga untuk menentukan bagaimana konsep disain yang diambil. Pertimbangan gw waktu itu emang kudu mendisain dalam waktu yang cepet, ngga pake image dan kudu applicable sama multi-size.



Setelah sempat beredar, disain kemudian di-intervensi dan diganti dengan disain yang lebih "mature", kalo kata Rafael, dengan pergantian 180 derajat konsep disain.



Well, gw malah lost in translation tentang konsep maturity sama childish versi Rafael. All I know, satu emang berkesan unofficial, dan satunya lagi lebih korporatorial.
Reactions: 

Related

design 6874397634555725118

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

item