"Buddies", Eksebisi Ruang Kultur Seattle

Just got notified from my Google-News Update... Bagi yang fasih dengan euforia "Seattle Sound" -beberapa orang menyebutnya:...


Just got notified from my Google-News Update...

Bagi yang fasih dengan euforia "Seattle Sound" -beberapa orang menyebutnya: grunge- tentu akan selalu terkenang dengan dua sosok yang turut "melambung" bersama ruang kultural di awal 90-an tersebut. Yang pertama adalah kartunis Peter Bagge, dimana kolom-kolom kartunnya banyak menghiasi majalah underground yang meliput perkembangan musik Seattle. Mulai dari zine fotokopi sampai ke naiknya tiras kartun "Hate" di majalah dan surat kabar lokal atau regional yang turut mematri namanya di jajaran pelaku kultural Seattle awal 90-an. Kemudian yang kedua adalah Lance Mercer, fotografer asal Georgetown yang sangat familiar dengan area backstage band papan atas Seattle Sound terutama Pearl Jam.

23 Juni ini, keduanya akan membuka pameran bersama bertajuk "Buddies", yang secara harafiah mencerminkan ikatan keduanya. "Buddy" juga merupakan nama dari karakter kartun Bagge. Buddy mengalami puncak popularitasnya ketika kartun-nya banyak menyoroti perilaku musisi-musisi Seattle misalnya yang terkenal adalah sorotan tentang kegemaran nereka, musisi Seattle, melakukan "kontrak ganda" dengan label musik. Bagge juga memasukkan Buddy dalam video animasi sebagai bonus dari DVD dokumenter "Hype" yang bercerita tentang eksploitasi dan perkembangan industri musik di Seattle dari mid 80-an sampai surut-nya grunge di pertengahan 90-an.

Sementara itu, Lance Mercer juga baru saja merilis buku kumpulan foto-nya yang kedua bersama Pearl Jam, berjudul: 5x1 Pearl Jam Through the Eyes of Lance Mercer. Bersama Charles Peterson (sosok fotografer "legendaris" lain dari Seattle), Mercer sebelumnya meluncurkan "Place/Date" yang juga merupakan dokumentasi foto Pearl Jam.

Eksebisi kartun dan fotografi ini rencana diadakan di Fantagraphics Bookstore and Galleries, 23 Juni mendatang. Tema yang diambil masih melantunkan Seattle Sound dari perspektif Bagge dan Mercer memandang ruang kultural yang pernah membesarkan nama mereka.

Kini tinggal mengapungkan angan, apakah mungkin eksebisi itu "ditarik" ke Indonesia? Tentu akan sangat menarik...

Related article: here!
Reactions: 

Related

music 2070203171319654143

Posting Komentar Default Comments

2 komentar

Ifool mengatakan...

ah, boro2 eksebisi ginian mo masuk Indonesia, orang buku yg "5 against 1" aja gak masuk..

kemarin gw sempat liat buku biographynya Kurt Cobain yg "Heavier than Heaven", diransfer ke Bahasa Indonesia dengan harga cuman 45 rb perak, koq gak ada yg biography-nya Pearl Jam yak..?, ato karya2 lain kek yg ada hubungannya dng Pearl Jam...

Mohammad Helman Taofani mengatakan...

Emang belom ada official biography Pearl Jam bos. Yang colosely related paling cuman Five Against One itu doank.

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

item