Rock Konservatif

Pagi ini, sebuah email press release mendarat di inbox saya. Dari judul terbuka sedikit tabir isi berupa promosi artis pendatang baru di du...


Pagi ini, sebuah email press release mendarat di inbox saya. Dari judul terbuka sedikit tabir isi berupa promosi artis pendatang baru di dunia musik. Kali ini (setelah lelah dengan promo band) menampilkan figur biduanita bernama Agnestha. Yang menarik, tag promosinya mengaitkan dengan jajaran figur female pop-rock masa lalu Indonesia, seperti Nicky Astria dan Nike Ardilla. Dan memang ada sedikit persamaan, ketika Nicky dan Nike sama-sama disokong oleh musisi berpengalaman, maka Agnestha ini juga didukung oleh figur Chossy Pratama.

Beruntung ada Multiply, tempat di mana ribuan orang bisa sharing segala sesuatunya dengan cepat kilat. Lagu Agnestha, yang berjudul Basa Basi Busuk sudah tersedia di situs komunitas tersebut untuk diunduh secara gratis. Dari judulnya, kesan "gahar" sudah mencuat, mengingatkan kita pada fenomena "Jarum Neraka" Nicky Astria. Hal ini mungkin ditujukan untuk mencitrakan unsur "rock" nan rebellious, kejam, keras dan satir. Sama halnya dengan introduksi konsep album via press release, yang menyatakan jika Agnestha berusaha menyampaikan dinamika hidup termasuk pahit getir-nya yang harus dijalani (ouch).

Sayangnya, penyakit lama sejak jaman Nicky Astria kembali diulang. Apa yang muncul dari lagu adalah kesan "artificial rock" yang hanya menangkap musik rock semata dari simbol-simbol. Vokal Agnestha bahkan tidak se-khas Nicky Astria atau bahkan Anggun yang mampu menciptakan atmosfer "rock" tersendiri. Selain itu, sound yang melatari lagu tentang cinta kandas (mungkin ini pahit getir hidupnya) juga makin terkesan old-fashioned dengan menaburkan elemen guitar-oriented music, lengkap dengan solo panjang ala dekade 80-an. Mungkin nostalgia ke era Ian Antono masih lekat di pikiran Chossy. Padahal jalur tempuh untuk menjadi rock telah diperbaharui melalui komposisi 90-an di era Oppie Andaresta cs. Seharusnya unsur kekinian harus diperhatikan agar harapan label untuk menggairahkan generasi biduanita bercitra rock yang sempat luntur beberapa tahun ini bisa terwujud. Konservatisme dalam dunia rock ini juga yang memandeg-kan karir Geger, Mel Shandy serta Nicky Astria sendiri.

Dari satu lagu, saya terlanjur menyimpulkan bahwa mungkin sisa lagu dalam album perdana Agnestha yang bertajuk Angel ini tidak akan jauh dari unsur-unsur artifisial untuk menyimbolkan rock pada masa jayanya. Dan sayangnya, rock Indonesia harusnya berevolusi agar tetap adaptif. Begitu juga Agnestha (atau siapapun di balik mastermind-nya), agar karir yang tengah dititinya bisa terbentang panjang tanpa harus mengorbankan idealisme.
Reactions: 

Related

music 287267497660812553

Posting Komentar Default Comments

1 komentar

M.Sydney mengatakan...

Wah thank you banget atas reviewnya... salut
membuat kita bekerja lebih keras...

Sydney
Viano Music Indonesia
viano_musik@yahoo.com

Follow Me

-

Popular

Arsip Blog

item