Maestro Return

Untuk beberapa alasan, jersey resmi klub sepakbola yang pertama saya beli bukan dari klub favorit saya, AC Milan atau tim nasional Italia. A...


Untuk beberapa alasan, jersey resmi klub sepakbola yang pertama saya beli bukan dari klub favorit saya, AC Milan atau tim nasional Italia. Adalah jersey klub Fiorentina bernomor punggung 10 dengan nama "Rui Costa" yang waktu itu (sekitar 1998) saya beli seharga Rp. 199.000,-. Saat itu, Fiorentina tengah meroket di Serie A dengan "three musketeer"-nya, Gabriel Omar Batistuta yang notabene pemain favorit kakak saya, dan kiper Francesco Toldo.

Adalah sebuah suratan takdir ketika nasib membawa Rui Costa mendekat ke pengamatan saya ketika pada 2001 dia mengkuti Fatih Terim pindah dari Fiorentina ke Milan. Rui datang bersama Andriy Shevchenko dan langsung menjadi idola baru di San Siro dengan umpan-umpan matangnya untuk membawa Sheva menjulang dengan 24 gol dalam semusim. Setelah 5 musim dilalui dengan raihan satu trofi Liga Champions, Rui kembali ke klub pertamanya, Benfica, sebagai napaktilas karir setelah tempatnya di Milan tergeser oleh fenomena Kaka. Tetapi Rui pergi dengan catatan manis bagi tifosi dan manajemen Milan, sehingga dirinya langsung berkibar sebagai salah satu legenda Milan.

Takdir pula yang membawa Rui Costa akhirnya kembali ke San Siro, meski dengan kostum Benfica setelah roda nasib menggulirkan kenyataan bahwa AC Milan dan Benfica berada dalam satu grup di Liga Champions 2007/2008. Selasa lalu, 18 September 2007, adalah jejak kaki pertama Il Maestro melawan bekas klubnya. Sebelumnya, segenap skuad, manajemen dan tifosi telah menjamin adanya sambutan baik untuk Rui Costa di San Siro. Dan memang terbukti ketika dirinya digantikan di penghujung babak kedua, seisi stadion dan bahkan dari bench AC Milan memberi standing oviation untuk Rui Costa. Gesture yang diperagakan Rui juga sangat emosional ketika dirinya memberi salut ke seisi stadion seraya menempatkan salah satu tangannya ke dada. Gesture serupa juga diulanginya usai laga.

[video]

Rui akan selalu diingat oleh tifosi ketika sebelum laga melawan Liverpool di final Liga Champions musim lalu dia mengirimkan pesan pemberi semangat ke AC Milan, meski statusnya sudah menjadi pemain Benfica. Rui juga akan selalu diingat atas kebesaran hatinya merelakan tempat untuk Kaka, yang jauh lebih muda, sebagai figur sentral, untuk kepentingan klubnya. Rui juga akan diingat segenap tifosi karena kesetiaannya.

Mungkin akan semakin lengkap jika sebelum pensiun Benfica berkesempatan menjajal Fiorentina. Kemungkinan yang paling dekat adalah jika Benfica berada di peringkat tiga fase grup, yang memaksa mereka terjun ke Piala UEFA, dan bertemu Fiorentina. Saya yakin, Rui akan mendapatkan sambutan yang tak kalah meriah di Artemio Franchi, kandang Fiorentina.

Sepanjang karirnya, Rui hanya berlabuh ke tiga klub yang mengagungkannya. Benfica, klub awal dan akhir karirnya, Fiorentina tempat dia menjadi legenda dan AC Milan tempat dirinya menorehkan tinta emas dalam karirnya.

Forza Rui Costa!!

Reactions: 

Related

football 6458711896019752936

Posting Komentar Default Comments

5 komentar

Ifool mengatakan...

gw pikir penyambutan hangat buat Rui Costa emang pantas koq...beliau adalah sosok pemain berkelas dengan sikap yang santun (khas anak2 Milan, hehehe.., bagemanapun kita bakal merindukan sosoknya...

eh, iyya ya..klo gw pikir2 udah banyak juga maestro2 Milan yg gw kangenin, kayak Boban, Leonardo, Savicevic dan weah...dan Ziege juga deng..

JiE mengatakan...

Rui Costa emang seniman sepakbola, tak lupa di ingatan saya ketika ia menyokong kedahsyatan Batistuta & Edmundo hingga Fiorentina juara paruh musim (sayang ga juara diakhir musim).

Mohammad Helman Taofani mengatakan...

Plus, Rui Costa berpribadi low profile, ngga neko-neko. Kaka pas banget jadi "titisan"-nya.

PNS Pemalas mengatakan...

saya ikut terharu waktu dia menepuk dada saat diganti trus dikasih aplause ama milanisti...
maklum tetep sayang ama eks milan kecuali yang pindah ketetangga sebelah tentunya...

Mohammad Helman Taofani mengatakan...

Emang ada eks-Milan yang langsung pindah ke tetangga sebelah??

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

item