A True Sportmanship

Inilah yang saya suka dari AC Milan! Delapan belas tahun lalu, suporter mereka dengan spontan menyanyikan lagu "You'll Never Walk A...


Inilah yang saya suka dari AC Milan! Delapan belas tahun lalu, suporter mereka dengan spontan menyanyikan lagu "You'll Never Walk Alone" di tengah hening cipta yang menunda sejenak partai semifinal Liga Champions antara Milan vs Madrid di tahun 1989. Ketika informasi tentang tragedi Hillsborough yang menewaskan 95 suporter Liverpool di kota Sheffield, solidaritas suporter segera menyeruak di tengah suporter Milan. Aksi mereka terekam kamera dan terima kasih untuk You Tube, pesan sportifitas ini segera menyebar dan memberikan nilai positif di tengah kabar-kabar negatif tentang industri sepakbola.

Kemudian Jumat lalu, ketika suasana duka masih menyelimuti pertandingan UEFA Super Cup, Milan membuktikan jiwa besar mereka. Klub mencetak seragam dengan nama "Puerta" di bawah nomor pemain, untuk menghormati salah satu pemain lawan mereka, Sevilla, yang Rabu sebelumnya meninggal karena serangan jantung. Sebelumnya, Milan menawarkan kepada UEFA untuk meniadakan pertandingan ini, karena tidak begitu tepat untuk bertanding di tengah suasana duka. Tetapi kubu Sevilla yang berkeras bahwa pertandingan harus diteruskan.

Pesan dari klub juga diteruskan oleh suporter, di mana ketika babak pertama usai, rangkaian banner dari suporter Milan diserahkan kepada kelompok suporter Sevilla. Banner tersebut berupa ungkapan duka suporter Milan atas meninggalnya Antonio Puerta.

Masih belum cukup, lihatlah selebrasi Kaka seusai mencetak gol ketiga Milan di mana dia menunjuk nama Puerta yang tertulis di kostumnya. Seedorf tidak ketinggalan. Ketika dirinya digantikan Brocchi, dengan simpatik gelandang asal Belanda ini melepas kostumnya seraya mengangkat nama Puerta yang juga tertera di bajunga ke seluruh penjuru stadion [video]. Aksi kedua bintang Milan ini menuai applaus yang meriah dari penonton, termasuk kubu Sevilla.

Dan puncaknya adalah ketika Milan memilih melakukan selebrasi sederhana, tanpa banyak sukacita. Mereka lebih memilih untuk berbagi kebahagiaan dengan suporter Sevilla sebagai bentuk simpati. Dan seperti halnya suporter Liverpool yang kemudian menyaksikan rekaman semifinal Piala Champions di 1989, rasa hormat kemudian tumbuh kepada klub peraih titel Super Cup terbanyak sepanjang sejarah ini. Ucapan Enzo Maresca, gelandang Sevilla mungkin mewakili:

"Milan menunjukkan kepada dunia tentang bagaimana klub juara seharusnya bersikap. Mereka menunjukkan gesture yang sangat positif tentang olahraga ini."

Maresca benar. Aksi Milan adalah aksi dari juara sejati.
Reactions: 

Related

football 2747915810094617591

Posting Komentar Default Comments

4 komentar

Ahadi mengatakan...

Memang, yang begini ini yang bikin beda sepak bola sama cabang sport yang lainnya. Bikin merinding.... jadi inget waktu Paus Paulus meninggal. Klub FC apa gitu di Polandia yg dulunya Paus maen di sono jg bikin acara mengheningkan cipta dulu. Trus pas Diana tewas, rata2 match di Inggris jg sama. Yg bikin merinding rasa kemanusiannya itu loch...
Eh, tapi gak cuma dalam suasana duka doang. Kemaren pas piala Asia, gw rasa itu adalah satu-satunya gw ngerasa merinding waktu Indonesia Raya dinyanyiin 80-an ribu orang. Selama ini dengar Indonesia Raya ya gitu-gitu aja. Kalo bukan bola, mana bisa seheroik itu?

Mohammad Helman Taofani mengatakan...

Sekali-sekali nonton langsung di stadion Doel. Merinding juga kalo liat selebrasi gol penonton se-stadion...hiiy.

Tapi aksi Milan ini cuman reminder ke unsur-unsur sportifitas yang mulai memudar di cabang sepakbola karena himpitan bisnis.

Ifool mengatakan...

gilleeeee....
sekali lagi gw merinding baca tulisan ttg Milan ini....
gw bangga jad fans Milan, walopun gw gak bisa ngaku sebagai fans sejati, tapi setidak2nya Milan adalah klub yang menjadi jembatan gw mengenal sepakbola...

forza milan..!!

Mohammad Helman Taofani mengatakan...

Ngga papa lagi bos. Ngga harus jadi fans sejati segala to admit kalo yang Milan lakuin adalah "indah". Hehehehe...

Follow Me

-

Popular

Arsip Blog

item