Consistency Through TIME

Semalaman (2/6) saya mengerjakan presentasi desain mengenai "value" dari majalah TIME. Dari sisi desain tentunya. Who am I to ju...



Semalaman (2/6) saya mengerjakan presentasi desain mengenai "value" dari majalah TIME. Dari sisi desain tentunya. Who am I to judge their opinionated articles anyway? This, memuat sedikit flashback.


Saya mengikuti TIME ternyata sudah sedasawarsa. Sekitar 2001, setelah keran informasi dibuka deras menyusul munculnya "orde reformasi", majalah ini mudah didapat. Saya membelinya karena hobi membaca dan belajar bahasa. Waktu itu masih seharga Rp 12.500 (sekarang tigapuluh lima ribu rupiah).

Sepanjang pengamatan satu dekade, TIME sangat irit perubahan dari sisi desain. Konsistensi, memang menjadi salah satu kunci mereka. Slide ini mungkin bisa memberi sedikit gambaran. Memuat empat ribu lebih sampul muka semenjak majalah tersebut terbit tahun 1923.

Sebagai catatan, setelah menemukan border merah sebagai signature sampul (1927), mereka hanya sekali mengganti warna di edisi reguler. Menjadi hijau, pada 2008, dalam rangka memeringati aksi lingkungan. Itu 81 tahun, saudara-saudara! TIME sempat membuat border hitam di cover untuk edisi khusus pasca serangan 9/11. Tapi itu bukan edisi reguler, jadi "kasta"-nya masuk ke section khusus macam TIME Style & Design yang kini almarhum.

Konsistensi TIME dari sisi desain memang luar biasa. Kadang saya bertanya-tanya how to cope with stagnancy, kepada para desainer di balik TIME.

Money perhaps?
Reactions: 

Related

time 3474622062989313167

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

item