Wawancara dengan Jonathan Cohen

Joe Cohen, salah satu penulis buku PJ20, membeberkan konsep buku dan masukan yang ia terima dari Eddie Vedder.


Joe Cohen, salah satu penulis buku PJ20, membeberkan konsep buku dan masukan yang ia terima dari Eddie Vedder.



Bagi yang sudah memesan buku PJ20, bisa dibaca juga wawancara Cameron Crowe dengan salah satu penulisnya, Jonathan Cohen. Mereka berdua membicarakan mengenai proses bagaimana buku ini bisa diwujudkan.

Anda mengenal Pearl Jam dengan sangat baik dari jaman bekerja untuk majalah Billboard. Siapa yang pertama menghubungi Anda untuk ikut menulis buku PJ20?

Setelah show di Philadelphia pada musim gugur tahun 2009, pembicaraan mengenai film baru akan dimulai. Saya sempat berujar kesediaan membantu bila mereka hendak merilis buku yang terkait dengan proyek tersebut. Dan benar saja, sebulan kemudian, saya ditelpon oleh Nicole Vandenberg (publicist Pearl Jam) menanyakan apakah saya masih berniat membantu dalam proyek tersebut. Saya sangat senang. Ini adalah sesuatu yang sudah saya idamkan dari dulu, dan merasa sangat terhormat dipercaya sebagai bagian dari proyek tersebut. Namun kami harus segera memulainya, karena skedul yang sangat ketat berkaitan dengan penyelesaian...

Ketika menerima proyek ini, Anda harus membagi waktu dengan pekerjaan sehari-hari Anda sebagai konsultan musik di acara Late Night with Jimmy Fallon. Bagaimana cara membagi waktu Anda?

Saya patut berterimakasih atas kelonggaran yang diberikan Late Night with Jimmy Fallon sehingga bisa hiatus selama 12-13 minggu pada 2010. Itu adalah satu-satunya cara saya bisa menyelesaikan buku ini tepat waktu. Tanpa terikat dengan rutinitas sehari-hari untuk acara tersebut, saya bisa meringkas semua kerjaan saya untuk buku ini. Jadi, tanpa ijin mereka rasanya buku ini tak akan selesai pada waktunya.

Anda pernah bilang bahwa Eddie Vedder membuat konsep timeline untuk buku ini. Selain itu, bagaimana keterlibatan band untuk mendukung Anda mengompilasi sejarah panjang mereka dalam sebuah buku?

Awalnya, kami tidak terlalu yakin bagaimana mengonsep buku ini. Oleh karena itu, masukan Eddie datang di saat yang tepat untuk kami bisa segera merumuskan secara kronologis. Itu mengurangi banyak tekanan, karena kami sudah menemukan kerangka kerja. Kita tinggal fokus ke beberapa hal yang paling penting untuk dimasukkan dari tahun ke tahun. Tanpa hal itu, ketebalan buku bisa jadi akan menjadi dua kali lipat.

Apakah ada keputusan awal mengenai ketebalan buku? Apakah ada revisi seiring dengan bertambahnya materi?

Ya. Penerbit Simon & Schuster memberikan kebebasan kepada kami untuk menentukan ketebalan buku. Saya berpikir awalnya buku akan setebal 250 halaman. Namun pada kenyataannya malah mendekati 350 halaman. Kami yakin dengan materi di dalamnya dan tidak ingin melakukan editing dan menguranginya. Mereka (penerbit) suka dengan draft tersebut. Tujuan dari buku ini adalah untuk fokus ke sisi musikal, dimana hal itu banyak menyimpang manakala kami menggali informasi ke band. Kadang hal itu terlupakan, bahwa musiklah yang mengikat publik ke mereka, dan yang menjaga Pearl Jam selama 20 tahun.

Apakah buku ini ditujukan kepada penggemar berat Pearl Jam?

Betul. Buku ini jelas akan memuaskan pembaca yang tak sekedar kenal dengan Pearl Jam. Itu yang menjadi dasar kerja untuk memuaskan penggemar Pearl Jam dengan material-material yang mengesankan. Di satu sisi, kami juga berpikir bahwa buku ini juga akan cocok bagi pembaca yang simply senang dengan musik. Akan menarik untuk menggali apa yang terjadi pada era tersebut, dan memahami kunci keberhasilan Pearl Jam bertahan sampai dua dekade.


Taken from: The Uncool
Pre-Order buku PJ20 di SundayStore!
Reactions: 

Related

pj20 5527150144391274816

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

Popular

Arsip Blog

item