90 Menit Lebih Gol Channel

"Sepakbola tak pernah cukup 90 menit."


"Sepakbola tak pernah cukup 90 menit."


Demikian ujaran lama mengenai permainan paling populer sejagad ini. Ratusan pertandingan ditonton milyaran orang, setidaknya setiap pekan. Meski regulasi membatasi pertandingan 2x45 menit, tapi sepakbola tak pernah benar-benar usai setelah wasit meniup peluit. Dari atas lapangan tersaji aneka selebrasi dan drama humanisme lainnya. Dan yang tak kalah penting, betapa orang-orang masih merindukan momen yang baru saja terjadi. Entah itu berbentuk gol, atau sekedar memastikan si pemain A melakukan diving.

Teknologi menciptakan televisi. Sumber dokumentasi audio-visual yang sudah benar-benar meresap ke dalam ritual sepakbola modern. Tayangan demi tayangan memanja, lewat suguhan siaran uang di internet atau kanal televisi berbayar yang mendedikasikan seharian penuh dengan sepakbola. 24 jam sehari menonton sepakbola. Ya, menguatkan jargon bahwa sepakbola tak pernah cukup 90 menit.

Masyarakat kita, kebetulan, masih menjadi massive spectator. Belum menjadi massive supporter memang. Tak heran bila mayoritas clickers video sepakbola di internet adalah dari Asia, termasuk negara kita. Sisi sepakbola sangat menyihir untuk dinikmati tak hanya dari lapangan, melainkan karut-marut dan kompleksitas yang menyelubunginya. Uang dalam jumlah tinggi terlibat dalam bursa transfer setiap musim. Silih berganti pebola menjadi selebritas. Emosi dari gol penentu tak terbatas boundary stadion, tetapi menjangkau warga global.

Industri sepakbola kini menjadi sumber hiburan. Mengutip slogan Gol Channel dari Nexmedia, inilah "footballtainment". Sajian tak pernah putus mengenai olahraga yang simpel, namun susah dibuat simpel.



Reactions: 

Related

televisi 883895946852525293

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

Popular

Arsip Blog

item