Antara Nirvana dan Pearl Jam (1)

Mudhoney akan merilis buku biografi mereka berjudul "Mudhoney: The Sound and the Fury from Seattle". Dalam salah satu bab, Mudho...

Mudhoney akan merilis buku biografi mereka berjudul "Mudhoney: The Sound and the Fury from Seattle". Dalam salah satu bab, Mudhoney bercerita tentang kilas balik tur tahun 1993 yang dijalani mereka bersama Nirvana dan Pearl Jam. Tur itu ternyata mengubah persepsi mereka tentang kedua band, dan juga manajemen yang ideal. Simak nukilan dari salah satu bab buku karya Keith Cameron ini.


Single Five Dollar Bob'S Mock Cooter Stew dirilis pada akhir Oktober, bertepatan dengan konser pertama Mudhoney di level arena. Mereka bukan menjadi headliner-nya, melainkan membuka untuk Nirvana meski sebelumnya Mudhoney selalu menolak menjadi pembuka band lain. Nirvana saat itu tengah tur untuk album In Utero. Kebetulan, sebulan kemudian, Mudhoney juga dijadwalkan untuk membuka band Seattle lain, Pearl Jam.

Terlibatnya Mudhoney dengan dua band yang tengah berada di pucuk fenomena grunge ini bukan hal asing. Mudhoney, secara historis, adalah bagian dari dua band tersebut. Dari keduanya, para personil Mudhoney paling antusias menyambut tur bersama Nirvana. Kesamaan audiens menjadi pertimbangan utama. Di samping itu, Mark Arm juga sudah lama tidak berhubungan dengan Jeff Ament dan Stone Gossard sejak Green River bubar.

Dalam pandangan Mudhoney saat itu, Kurt Cobain masih menjaga hubungan baik dengan Sub Pop, label Mark Arm cs. Nirvana juga pernah menjadi bintang tamu bagi konser Mudhoney setahun sebelumnya (Oktober 1992). Faktor perang media antara Kurt Cobain dan personil Pearl Jam juga seolah menandakan etos Nirvana lebih di punk rock. Jadi, rasanya tur bareng Nirvana tidak akan terlalu menjadi masalah.

"Kita tidak tahu bagaimana sebenarnya opini dari member Pearl Jam terhadap Nirvana dan sebaliknya," ujar Arm. "Semua berdasarkan persepsi yang dibangun media. Bahwa Pearl Jam adalah komersil, band major label, sedangkan Nirvana adalah band yang datang dari scene punk. Agak konyol sebenarnya, karena Jeff punya band hardcore, menerbitkan fanzine, dan terlibat dalam di scene punk rock dan hardcore dibanding Kurt. Jangan lupa, Stone dan Jeff juga ada di Green River, yang notabene di bawah Sub Pop. Jadi, akar punk rock Pearl Jam sebenarnya sama dalamnya dengan Nirvana."

Ternyata, tur bersama Nirvana menjadi bencana.

Pribadi personil Nirvana yang cenderung rockstar adalah potensi bencana, ditambah ketergantungan narkoba di antara mereka. Craig Montgomery, yang sound mixer konser Nirvana sejak 1989 dipecat tepat sebelum tur gara-gara Cobain mendengar desas-desus seputar penampilan jelek mereka di Saturday Night Live. Pengamanan di backstage juga berlebihan gara-gara para personil Nirvana paranoia dengan stalker. Mudhoney sama sekali tidak siap menghadapi situasi semacam itu.

"Itu adalah masa-masa yang kelam dan suram," kata Matt Lukin. "Ya ampun, kalian seperti ini tiap hari? Nggak heran bila Nirvana menjadi kebalikan dari nirwana sebenarnya. Mereka agak-agak basi. Kadang mereka jengkel karena kita bersenang-senang di backstage. Mereka malah menjadi kebalikan dari apa yang kami pikir tentang tur dengan Nirvana sebelumnya."

Kebijakan manajemen Nirvana untuk membuat backstage bebas alkohol malah menjadi percuma. Masalah Nirvana bukan di miras. Tidak ada band yang ingin terlibat dalam tur tanpa minuman. Setelah debat kusir Bob Whittaker (manajer Mudhoney) dengan manajemen Nirvana, akhirnya Mudhoney diijinkan untuk membawa bir ke ruang ganti mereka.

"Jadi, tiap malam Nirvana akan mampir ke ruang ganti kami dan minum bir yang ada," kenang Mark. "Bahkan manajer mereka juga minta bir ke kita! Sungguh absurd."

Di Chicago, di mana kedua band mempunyai banyak daftar tamu, kamar ganti Mudhoney menjadi ajang pesta. Bir segera habis, dan Phillip Hertsz, eks drummer The Scientist, datang dengan membawa satu krat bir. Reaksi kru belakang panggung sangat berlebihan, seolah ada penjarahan dari brankas negara. Bob Whittaker harus menelpon tiga lapis manajemen Nirvana untuk mencegah Mudhoney ditendang dari tur.

Setelah menjalani tujuh show dengan "sahabat seiman" mereka, Mudhoney mulai berpikir untuk menjalani enam tur berikutnya dengan "sahabat berlainan iman" mereka. Wah, bencana seperti apa lagi?
Reactions: 

Related

pearl jam 1568815020227572128

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

Popular

Arsip Blog

item