Tiga Jenis User Facebook yang Menyebalkan

Facebook. Salah satu inovasi hebat dari generasi 2000-an. Di dalamnya ada banyak manfaat, tapi juga berbagai macam sampah yang harus diha...


Facebook. Salah satu inovasi hebat dari generasi 2000-an. Di dalamnya ada banyak manfaat, tapi juga berbagai macam sampah yang harus dihadapi.

Dengan fitur sharing, setiap hari manfaat dan sampah pasti akan bercampur. Pernah satu masa saya membuka Facebook sambil makan ketika di linimasa (atau wall) saya ada yang sharing gambar menjijikkan.

Well, you just can't control people. For me, at least ada tiga jenis user Facebook yang irritating levelnya membuat saya mudah memencet tombol "hide all","unfollow" atau bahkan "unfriend".

Golongan pertama adalah user yang sangat mudah termakan hoax. Level paling dasar adalah mereka yang sering sharing viral foto-foto yang mengundang penasaran. Bila memencet 1, lihat apa yang terjadi, lalu share. Level ini mirip dengan tukang forward BBM atau YM yang sering mem-forward informasi-informasi bodoh. Bila tidak diteruskan, nomor BBM Anda akan terblokir. Ternyata ini juga sudah masuk Facebook. Saya mendapatkan forward share yang konon untuk mendata jumlah member aktif, kita harus meneruskan pesan dari Mark Zuckerberg. Yea, right.

Golongan kedua masih "sharing trigger-happy", kadang hoax, tapi lebih sering karena perangkap judul berita dari kanal media sosial yang bombastis. Berita di dalamnya tidak pernah diverifikasi dan klarifikasi, tapi langsung di-forward dan ditambahi komentar kritis. Euw, so irritating. Kritis itu membaca beritanya, lacak sumbernya, dan ditelaah lagi (verifikasi) kebenarannya. Paling tidak, coba cari dari 2-3 kanal berita lain, ada atau tidak beritanya, sebelum di-share.

Golongan ketiga adalah user yang gemar sharing konten-konten black campaign yang rata-rata hoax atau at least maksa. Jelang musim pilpres seperti ini, hampir tiap hari saya membaca sampah-sampah black campaign mulai dari warta capres A ternyata tionghoa, atau capres B ternyata keturunan alien. So fucking what? Stop berkontribusi memperkeruh atmosfer politik!

We can't control people, tapi kita bisa mengontrol wall kita. Jangan ragu untuk hide all dan unfollow.
Reactions: 

Related

social media 1811923670435669682

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

SHOP

Popular

Arsip Blog

item