Let's Go Italy: Verona, Mini-Roma

Verona masih termasuk dalam region Veneto (yang juga menaungi Venesia). Menggunakan kereta, kami menempuh sejam perjalanan dari sang sere...


Verona masih termasuk dalam region Veneto (yang juga menaungi Venesia). Menggunakan kereta, kami menempuh sejam perjalanan dari sang serenissima Adriatik ke kota yang menjadi markas klub sepakbola Hellas dan Chievo ini.

Verona merupakan kota terbesar kedua di Veneto setelah Venesia. Verona didirikan dari jaman Romawi lantaran posisinya yang berada di jalur penting Roma ke Jerman melewati celah Alpen. Verona adalah persinggahan terakhir sebelum naik ke Alpen dan menyeberang ke Austria. Di Verona, bangunan tertua tercatat dari era sebelum masehi, termasuk monumen paling terkenal yang masih berfungsi hingga kini, Arena Verona.

Portal utama untuk mengakses Verona adalah stasiun Verona Porta Nuova. Porta Nuova sendiri merupakan referensi untuk gerbang menuju pusat kota (centro storico) yang sejatinya merupakan pelebaran gerbang di abad ke-16. Sebagai kota strategis, Verona berkali-kali diduduki sehingga menghasilkan tekstur kota dan arsitektur yang unik. Semua peninggalan tersebut ada di delta sungai Adige yang membelah kota setting Romeo and Juliet ini. Area klasik ini browsable dengan jalan kaki sehari, yang berpusat di Piazza Bra yang berdekatan dengan Arena Verona.

Arena Verona adalah ampiteater berbentuk elips yang dibangun pada masa Romawi (2 SM). Mengalami kehancuran karena perang dan usia, Arena masih digunakan hingga kini sebagai venue opera, teater, dan konser. Pengunjung bisa masuk dan mencoba sendiri akustik dari venue legendaris yang juga digunakan sebagai ajang laga gladiator ini.

Saya pertama mengenal Arena Verona ketika menonton DVD Pearl Jam, Immagine in Cornice. Dalam video tersebut, Eddie Vedder dan Mike McCready mengenalkan ke arena tua yang digunakan sebagai venue konser mereka ini. Saya mencoba menapaktilasi site yang digunakan keduanya untuk menyanyikan lagu “Let Me Sleep” yang termuat di video Pearl Jam Twenty. Naik ke atas, mendekati sisa dinding tua melewati tangga marmer yang cukup tinggi. Lumayan membuat ngos-ngosan.

Di sekitar Arena Verona berserakan bangunan-bangunan tua. Ke sebelah barat laut ada Castelvecchio dan agak jauh lagi Gereja San Zeno, lalu di sebelah utara ada Duomo di Verona. Seberang Duomo di tepi utara Adige, ada ampiteater kuno Romawi. Belum lagi jembatan-jembatan tua peninggalan Romawi seperti Ponte Pietra. Tetapi bila waktu Anda terbatas, seperti kami, cukuplah menyusuri Via Mazzini dari Arena Verona menuju Piazza Erbe.

Sepanjang Via Mazzini, area pedestrian, berderet shopping haven barang branded. Arkad ini berakhir di Piazza Erbe, yang dulunya merupakan area publik (forum) era Romawi. Erbe masa kini adalah pasar yang menjual makanan dan suvenir Verona. Sekelilingnya adalah bangunan bersejarah yang memukau mata, termasuk Palazzo della Ragione dengan Torre dei Lamberti, yang merupakan menara tertinggi di Verona. Naik ke atas menara tersebut, kita bisa menyaksikan lansekap Verona yang luar biasa indah.

Tak jauh dari Piazza Erbe, ada Via Cappello dan Via Montecchi. Itu menjadikannya setting yang terlalu sempurna bagi lakon fiksi Shakespeare, Giulletta Cappello (Juliet Capulet) dan Romeo Montecchi (Romeo Montague). Bahkan sejak tahun 1930-an, pemerintah Verona menyiapkan Casa Giulletta, atau rumah Juliet dilengkapi dengan balkon tempat Romeo merayu Juliet. Untuk mendukung kisah itu, sebuah bangunan medieval tua di tepi sungai Adige juga ditahbiskan sebagai tomba Giulletta atau makam Juliet.

Tetapi ada juga peninggalan yang tidak fiksi. Berupa gerbang kuno era Romawi, Porta Leoni, yang dibiarkan koeksis dengan bangunan di sekitarnya. Kota Verona adalah lading arkeologi, di mana situs-situs ekskavasi juga masih dijaga dengan dipugar dan dilindungi, meski di atasnya berfungsi sebagai jalan. Dengan memelihara ketuaannya ini, Verona memang layak mendapat julukan mini-Roma.

Related

verona 7594453221466372141

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

Ads

Popular

Arsip Blog

Ads

Translate

item