Vattene Via, Donnarumma


Suatu hari di 2016, Adriano Galliani diminta datang ke final kompetisi primavera yang menampilkan Milan melawan Inter. Pertandingan berakhir payah bagi Milan yang melihat Inter juara setelah dwigol mereka tak mampu dibalas Milan. Meski demikian, ada pemain yang menarik perhatian Galliani. Ia bertanya kepada Alfredo Magni, pelatih kiper Milan.

"Tadi kipernya siapa?"
"Itu Alessandro Plizzarri," kata Magni. "Ia sehebat Donnarumma."

Galliani mendengar usul Magni dan meminta Plizzarri dinaikkan sebagai deputi kiper kedua di bawah Marco Storari.

Nama Plizz sering disebut sebagai kandidat pengganti Donnarumma yang ogah meneruskan kontraknya di Milan. Plizz kebetulan baru saja menunaikan tugas negaranya, membawa Italia meraih peringkat tiga di Piala Dunia U20. Ia bermain di pertandingan lawan Uruguay, dan memblok dua penalti untuk merebut juara ketiga.

Plizz adalah didikan akademi Milan. Bila Donnarumma masuk sejak usia 13 tahun, Plizz sudah di Milan sejak usia 6 tahun! Plizz adalah buah dari kurikulum baru Magni yang menghasilkan banyak kiper berkualitas. Donnarumma salah satunya. Yang lain ada Luca Crosta yang di pertandingan terakhir Serie A bermain gemilang bagi klub peminjamnya, Cagliari, lawan...ehem...Milan.

Maka, ketika Donnarumma memutuskan tidak akan memperbarui kontraknya, Milan tidak perlu panik lantaran mereka punya armada panjang di belakang. Plizz jadi kandidat kuat, tetapi apakah ia sudah siap? Itu binatang yang berbeda.

Plizz diperkirakan bisa mentas setahun lagi, atau tepat ketika kontrak Donnarumma habis di 2018. Pilihan paling rasional bagi Milan adalah mengambil kiper "jadi" untuk mengarungi kompetisi 2017/2018. Ada Kevin Trapp, Mattia Perin yang disodorkan. Masih ada juga Neto dari Juventus. Tapi Montella bisa mengambil keputusan berani untuk mencoba Plizz.

Montella bisa berkaca bahwa The Invincible Milan memakai jasa Sebastiano Rossi, kiper yang pernah dibobol enam kali oleh Juventus di San Siro. Lalu, tidak ada yang mengenang Giovanni Galli sebagai kiper hebat di era Dream Team. Semua bicara tentang outfield player. Harap dicatat bahwa dengan memainkan Dida dan Zeljko Kalac, Milan meraih trofi lebih banyak dibanding Gigi Buffon.

Artinya, sejarah kiper hebat jarang mampir di Milan, dan klub tersebut tetap berprestasi. Jadi, vattene via Donnarumma. Silahkan pergi, semoga kau berprestasi dan tambah kaya.
Reactions: 

Related

transfer 6739692271505818775

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

SHOP

Popular

Arsip Blog

item