Keping Abad yang Hilang


Sejarah paling hilang dari memori saya adalah abad pertengahan. Di SMA dulu tidak pernah begitu mengerti mengenai Euro-sentris medieval, Charlemagne, dan sebagainya. Hanya digambarkan sebagai abad kegelapan.

Masa kuliah, selain sekilas mempelajari struktur bangunan gothik, tidak jelas juga siapa yang dimaksud orang-orang Goth. Menerus sebenarnya kebingungan istilah yang kadang sama, misalnya siapa bangsa Arya yang dimaksud Hitler. Apakah sama dengan mereka yang berperang dengan Dravida di India?

Akhir-akhir ini juga kebingungan membaca literatur sejarah Eropa. Holy Roman Empire itu bagaimana? Kenapa referensi “Ruum” di kitab mengacu pada Byzantium. Oh, ternyata Charles, Carlos, Karl, Carol, itu orang yang sama. Demikian juga dengan Ludwig, Luis, Louis. Duh!

Saya pikir, setelah baca Ivanhoe, orang Anglo-Saxon itu asli Inggris. Dan orang Normandia itu invader dari Perancis. Tapi di komik Asterix digambarkan Normandia itu negeri es dengan penduduk mirip Viking, karena teriak Thor, Odin.

Dari komik Asterix juga mengenal rumpun orang Kelt yang bermukim di Perancis (Galia), Belgia, dan Swiss. Mengenal pertama pula istilah Goth, suku Jermania yang kasar, keras, brutal. Di komik kalau ngomong menggunakan huruf kotak tegas (belakangan tahu kalau itu jenis scripted font).

Jermania. Ini juga pangkal kebingungan. Negara Jerman kini, oleh keturunan Romawi di sebelah disebut Alemania, Tedesco, Germania, dan entah apalagi.

Sebagai penggemar Iron Maiden, kenal juga dengan negara Prusia (yang bukan Rusia). Belakangan baru tahu juga kalau dalam bahasa kini, di Jerman, Prusia itu disebut sebagai Borussia. Jadi Dortmund, Mönchengladbach, dan sebagainya itu klub bola Prusia?

Dari MotoGP saya mengenal Sachsenring, sirkuit yang digunakan. Belakangan baru tahu kalau Sachsen itu disebut Saxon dalam istilah lain. Menjelaskan istilah Anglo-Saxon. Oh, jadi asalnya dari situ. Menjelaskan juga kenapa Montag adalah Monday, Sonntag adalah Sunday.

Jadi ada Prusia, Saxon, dan Bavaria yang sering disebut-sebut ketika membahas Bayern München. Ini satu segmen yang mesti diurai untuk bisa mengerti konteks ketika berkesempatan beranjang ke Jerman. Sekian bab, sebelum masuk ke era kanselir Otto Von Bismarck dan perkara yang memantik Perang Dunia berjilid.

Yang kami kunjungi adalah daerah selatan Jerman kini, atau Bavaria, yang atraksi utamanya adalah bir, sosis babi, Bayern München, hawa pegunungan Alpen, dan kelumit sejarahnya yang masih dirawat. Sebagai bagian Jerman, peragaan kedigdayaan teknologi tentu juga menjadi paket tawaran kota tuan rumah Olimpiade 1972 ini.

Bir dan sosis babi tentu ada di domain yang tak bisa dibahas. Bayern dan Alpen mungkin akan sedikit mengiris interes saya. Tetapi yang paling menarik adalah mulai belajar tentang Jerman dulu dan sekarang. Munich adalah salah satu kota paling pas untuk memulai.

PR dimulai dengan menempatkan konstelasi nama dan tempat dengan konteks sejarahnya. Ini pekerjaan rumit (PR) karena menghadapi banyak enigma pribadi yang saya sebut di atas. Pertanyaan yang mengharuskan saya membuka lagi literatur ketika melihat anomali di Munich.


Altes Rathaus (gambar atas), atau balai kota tua (Munich), tampak lebih muda dibandingkan yang disebut Neues Rathaus, balai kota baru (gambar paling atas). Keduanya berdampingan di plasa paling tenar di Munich, Marienplatz. Bukan hanya dari sisi kusam-kilau, tetapi secara “genre” arsitektur juga menunjuk Altes Rathaus, si kakak, tampak lebih muda.

Berjarak sedikit dari Munich, tetapi masih di Bavaria, angan saya juga bubar ketika memfantasikan abad kegelapan kala mengunjungi kastil Neuschwanstein dekat kota Füssen, barat daya Munich. Audio-guide menegaskan kalau Neuschwanstein bukan kastil medieval, tetapi replikanya. Jadi abad pertengahan itu sempat pula direplika?

Namun, demikian hukum melancong di Eropa. Ialah benua yang jadi referensi, sehingga jalan di atasnya adalah upaya merangkai lagi teori-teori yang kita pelajari dari pustaka.

Usaha membuka lagi buku pelajaran tersebut dimulai dari sesapan kopi di Bandara Munich, Selasa (3/4) pagi.

Bersambung.
Reactions: 

Related

wisata 1751147789947557906

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

Translate

item