Infinitas Komik di MCU


Rants without checking facts and figures first. Tapi ini yang membuat saya malas mengikuti timeline komik Amerika: konsep infinitas, ngga pernah tamat. Beda sama komik Jepang (kecuali Doraemon, lalu kemudian Dragon Ball kini) masih ada timeline linier, karakternya menua, tamat.

Setelah nonton Avengers: Infinity War, saya baru “sadar” sudah mengikuti belasan judul film selama hampir dua dekade. Dengan percabangan yang serumit tangkai tangan Groot, rasanya akan menuju khittahnya sebagai komik Amerika di platform yang berbeda. Infinitas.

Mild spoiler alert. Yang bener-bener ingin steril sebelum nonton, stop here. Yang sudah menduga atau dapet bocoran dikit, you may proceed.

Saya ingat dulu membeli buku “Death of Superman” yang fenomenal. Ya, ini satu strategi komik Amerika untuk menaikkan hype (atau penjualan), yaitu dengan mematikan jagoannya. Strategi kedua adalah membuat alternate universe untuk membuat alibi ageless, reboot, regroup, dan timeline baru lagi. Sebagai penggemar X-Men saya sudah tidak tahu lagi berapa macam universe yang ada.

Avengers: Infinity War adalag kulminasi dari satu timeline panjang yang dimulai dari film Iron Man dulu. Menyusul kontrak yang akan habis dari Robert Downey Jr, Chris Evans, dan practically karakter utama di Avengers pertama, maka MCU perlu menyiapkan reboot. Kita akan dibawa ke infinitas seri yang tak akan kunjung usai. Spider-Man muda sudah muncul, dan jagoan-jagoan franchise baru macam Black Panther dan Guardian of the Galaxy. Hanya saja, perlu disiapkan estafet yang mulus. Dan untuk itulah film Avengers: Infinity War dibuat.

HEAVY SPOILER AHEAD
Stop di sini bagi yang belum nonton. Lanjutannya dimaksudkan untuk memaparkan analisa saya atas jalan cerita di Avengers: Infinity War.

LAST WARNING: HEAVY SPOILER AHEAD.

Oke, you’ve been warned.

So, berangkat dari ending AIW, yang mungkin bagi penggemar film kasual dirasa “kentang” atau bahkan kurang populer, kita bisa menebak arah konklusi di atas dari sisa karakter yang ada, serta adegan kunci yang akan mempengaruhi kelanjutan film.

Tony Stark, Steve Rogers, Bruce Banner, Black Widow, dan Thor (serta Hawkeye) adalah Avengers awal. Kebetulan setelah AIW, para pemeran karakter tersebut habis kontrak dan kemungkinan tidak akan muncul lagi. RDJ dan kawan-kawan juga sudah cukup tua, dan terlambat mengganti atau reboot, bisa berbahaya untuk kelanjutan franchise.

Oleh karena itu, dugaan mula sebagian fans adalah karakter mereka akan dimatikan pada AIW. Teori ini banyak bermunculan seraya spekulasi-spekulasi seperti Chris Evans yang tidak lagi di set untuk Avengers 4 dan seterusnya. Fans lantas kaget dengan ending AIW karena Marvel membalikkan 180 derajat dari perdiksi ini. Satu kunci sudah dipegang, membunuh jagoan.

Adegan kunci pertempuran di Planet Titan menjadi petunjuk bahwa MCU juga menyiapkan alternate universe, yang bisa diduga dengan adanya time stone milik Dr Strange, dan reality stone. Kedua batu itu jadi pembenaran logis apabila Marvel akan membuat lompatan antar linimasa dan bahkan realitas baru. Reboot Iron Man di masa depan, tinggal dikaitkan dengan dua batu itu maka bisa sinambung dengan MCU.

Menurut versi Dr Strange, lagipula, adegan di AIW paska pertempuran di Titan itu adalah satu dari 14.000.065 kemungkinan. Jadi, masih ada 14.000.064 alur cerita lagi yang bisa dirangkai untuk membuat saga adaptasi komik di masa depan tetap terjalin.

Strategi infinitas ini cukup menarik karena lumayan revolusioner di bidang layar lebar. Saga Star Wars kesulitan dengan infinitas karena tidak bisa masuk ke alternate universe, meski menggunakan strategi sama dengan komik, yaitu membunuh jagoan, untuk menaikkan hype. Tidak bisa me-reboot Luke Skywalker atau Han Solo, kecuali mengambil celah ke belakang (seperti film “Solo”, atau prekuel 1-3) atau ke samping (spin off).

Di situasi itu, Lucas Film mengambil langkah mengenalkan karakter-karakter baru dalam lanjutan saga Star Wars. Apakah karakter itu bisa sebesar pendahulunya, itu yang menarik dinanti karena setelah nanti sepenuhnya lepas dari Leia, Luke, dan Han, patut ditunggu bila Kylo Ren dan kawan-kawannya bisa menandingi Darth Vader sebagai ikon generasi.

Sementara untuk Marvel, dengan alibi di atas, mereka bisa dengan mudah membalik-balik timeline, mengganti atau meremajakan pemeran, dan seterusnya dengan tetap menjual karakter superheronya. Pakem ini berjalan di komik, mengenai orang di balik tameng Kapten Amerika saja bisa berganti-ganti, and life (or timeline) goes on.

So, prediksi saya mengenai lanjutan Avengers ini akan membuka jalan MCU yang baru. Lepas dari karakter (atau pemeran) lama. Karakter yang “hilang” dari AIW, one way or another, akan muncul lagi dengan dua skenario: unsur timeline (dengan time stone), atau realitas yang berbeda (dengan reality stone). Mungkin juga dengan soul stone, membangkitkan yang mati?

Yang menarik di nanti, kita akan menunggu inisiatif Kevin Feige untuk menantang arus seperti yang dilakukannya via AIW. And for that, we shall wait for another damn year. I’m too old for your game, Feige.
Reactions: 

Related

STICKY 8538255249516586848

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

Translate

item