Beth Harmon Membawa Cinta Lama


Tidak pernah menduga bahwa film tentang catur mampu dinikmati khalayak, dan bahkan membawa kembali permainan papan tersebut ke sesuatu yang diminati lagi.

Seorang pengguna YouTube berkomentar di sebuah video mengenai pelajaran catur. "Saya berumur 28 tahun, dan sedang belajar catur," katanya. "Ini gara-gara Beth Harmon yang membuat permainan ini tampak asyik."

The Queen's Gambit

Beth Harmon adalah karakter fiksi dari serial anyar produksi Netflix yang berjudul "The Queen's Gambit". Perempuan belia asal Kentucky, Amerika Serikat, yang sejak kecil menunjukkan interes dan bakat terhadap catur. Sesuatu yang bahkan dari setting masanya saja (1950-1960-an) sudah dianggap menyalahi kodrat. Catur adalah permainan pria dan dewasa.

Namun, dengan dinamika cerita yang dimiliki, kisah Harmon ini rupanya membibitkan pengikut-pengikut baru. Generasi yang tidak dibesarkan dengan bidang 64 kotak hitam-putih. Generasi yang sulit dijelaskan mengenai langkah kuda yang tidak linier.

Harmon, diperankan oleh Anya Taylor-Joy, tidak memberikan petunjuk mengenai bagaimana catur dimainkan. Melainkan, ia langsung memberi gambaran tentang pesona duel di papan. Emosi, intuisi, kesenangan, kesedihan, dan daya tarik dari adu perang secara virtual. Jauh sebelum istilah virtual hanya dihubungkan dengan sesuatu yang berhubungan dengan komputer.

Harmon muda belajar mengenai bidak, dan bagaimana mengombinasikan peran satu sama lain untuk memenangi persaingan. Kemudian ia mulai menyerap bahwa segala sesuatu yang berjalan di muka bumi memiliki apa yang disebut dengan pola.

Kala makin dewasa, catur pula yang menyadarkan bila ternyata ada kalanya hidup itu tidak mengikuti jalurnya, dan kita hanya bisa mengandalkan intuisi. Walaupun pada akhirnya, pelajaran pentingnya adalah bagaimana kita butuh orang lain untuk bisa sukses. Kembali pada pelajaran dasar Harmon bersama Pak Shiebel mengenai peran itu tadi.

Apakah pesan tersebut tersurat dalam film? Tentu tidak. Yang tersaji adalah visualisasi indah mengenai permainan catur serta pertumbuhan Beth Harmon itu sendiri. Orang yang tidak mengenal catur tetap akan bisa menikmati serial ini, meski akan jadi ingin tahu mengenai apa gerangan permainan papan yang ada sejak zaman batu ini.

Romantisme Catur

Bagi generasi yang sempat besar di masa semua orang menggelar papan dan memasang wajah kusut, film ini juga membibitkan romantisme untuk istilah-istilah yang dulu diakrabi melalui kliping koran. Pembukaan Caro Kann, Ruy Lopes, Queen's Gambit itu sendiri, atau sekadar notasi e4 yang terkenal itu.

Masa-masa ketika sebagian dari kita mungkin mengikuti berita Utut Adianto bertualang di turnamen bergengsi. Atau ketika Kasparov melawan komputer Deep Blue. Dan nama-nama berbau Soviet macam Karpov yang mendominasi berita olahraga tanpa olah raga ini.

Dan seperti halnya komentator di YouTube tersebut, kini banyak orang memasang atensi kembali ke catur. Google Trends merilis laporan pencarian lema "catur" mulai meningkat sejak "The Queen's Gambit" dirilis. Atensi penonton lebih besar ke olahraga otak ini ketimbang pakaian yang dikenakan Harmon.

Situs-situs catur seperti chess.com atau chess24.com mulai kebanjiran user baru. Orang-orang seperti saya, yang baru tahu dari film mengenai rating 1700-1800 sebagai gerbang mistis menuju kasta tinggi mulai mendalami lagi catur. Mengakrabi notasi-notasi lagi, dan resital pertandingan legendaris antara Kasparov melawan Karpov.

Kali ini dengan wawasan baru yang lebih memaklumi mengapa Kasparov menukar kuda dengan pion pada partai-partai yang dimainkannya.

Long Live the Queen

"The Queen's Gambit" juga membawa saya melawan beberapa pengguna yang memasang avatar perempuan di situs/aplikasi chess.com. Entah perempuan betulan atau tidak, tetapi ini sesuatu yang menyenangkan juga melihat kemungkinan popularitas catur naik di lawan jenis saya.

Anak perempuan saya juga mulai tertarik melihat obsesi ayahnya ke permainan ini. Emosi yang dibawa, wajah serius, dan kerapnya memohon ketenangan suasana barangkali membuat ia penasaran. Dan sama seperti generasi sekarang, mengajarinya selalu mulai dengan penjelasan mengenai langkah kuda.

Dan berkatilah kita semua yang hidup di era pra-komputer. Era ketika kita belajar catur di tongkrongan. Bukan belajar gibah dan sharing berkas screen capture gim. Era ketika teman menjadi guru yang paling cepat mengajari apapun itu. Dari catur, kord gitar, sampai rokok. Karena kita sampai pada masa bahwa ternyata memang sulit belajar kesenangan dari orangtua.

Serta berkatilah "The Queen's Gambit" dan penciptanya: Scott Frank, yang membuat kita semua jatuh cinta lagi pada catur dan tentu saja: Beth Harmon!

PS: Berminat order kaos di atas? Drop ke kontak ya!

Related

STICKY 2626290075476682379

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

Podcast

Ads

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

Ads

Translate

item