7 Frontman Terbaik Menurut Komunitas Pearl Jam Indonesia



Komunitas Pearl Jam Indonesia (PJ.Id) menggelar polling untuk mencari tahu siapa saja frontman dalam band rock, selain Eddie Vedder, yang dianggap terbaik. Hasilnya memang masih tak jauh dari lingkar musik mereka. Kekuatan genre musik alternatif dan dekade 90-an masih menjadi acuan.

Hasil polling sebetulnya mengindikasikan banyak entry "frontman" yang masuk bukan dari sang vokalis. Secara leksikal, istilah frontman tidak eksis. Jika kita merujuk pada kamus istilah, frontman acap diasosiasikan dengan vokalis dalam sebuah band. Padahal, banyak yang berpendapat pula jika frontman adalah "leader" atau imej dari band itu sendiri. Misalnya, untuk band Van Halen, idealnya yang disebut "frontman" adalah Eddie Van Halen.

Ibarat tata surya, frontman adalah matahari-nya, dengan anggota lain hanya beredar pada orbit di seputarannya. Frontman eksis kira-kira sejak jaman format band diperkenalkan. Dulu, biduan utama adalah seorang frontman, sang bintang pertunjukan. Dunia mengenal nama-nama klasik yang menjadi bintang panggung macam Louis Armstrong atau Frank Sinatra. Band dulu memang selalu jadi pengiring. Ini membuat lekatnya istilah frontman dengan vokalis utama kemudian muncul.

Berikut tiga frontman teratas dalam polling.

Chris Cornell

Mantan vokalis Soundgarden ini menjadi jawara dalam polling. Chris memang seorang yang mempunyai kharisma khusus sebagai seorang frontman, di samping teknik vokal tinggi yang menjadi signature-nya. Chris membentuk Soundgarden pada pertengahan 80-an dan mengibarkan bendera Seattle Sound pada kejayaan grunge.

Meski bubar pada mid 90-an, Cornell masih aktif mengisi dunia musik dengan album solo-nya sebelum bergabung dengan mantan personil Rage Against the Machine (RATM) di bawah nama Audioslave. Di grup ini, Cornell membuktikan kapasitasnya sebagai frontman dengan mendominasi karakter Audioslave, dibanding nuansa RATM yang bisa teredam. Saat ini, Chris telah keluar dari Audioslave dan kembali dengan album solo-nya.

Kurt Cobain

Vokalis Nirvana ini rupanya masih punya aura kuat di kalangan penggemar alternatif. Kematian dini-nya pada 1994 membuat namanya makin sakral. Karakter Cobain memang tidak flamboyan seperti halnya banyak frontman, namun dirinya benar-benar menjadi pusat kreativitas musik Nirvana sehingga melejit sebagai band nomor satu di awal 90-an.

Sayang, kepribadiannya yang sukar dipahami membuatnya terbelit dalam masalah obat-obatan dan kondisi psikologis yang hancur. Dua kondisi itu disebut-sebut sebagai biang peristiwa bunuh diri yang mengakhiri hidup Kurt di usia 27 tahun.

Mike Patton

Otak di balik band-band avant garde model Mr. Bungle, Dilinger Escape Plan, Tomahawk, Fantomas dan Peeping Tom. Namun yang membawanya ke dunia mainstream adalah karirnya bersama Faith No More, grup rock yang dikawalnya selama satu dekade sejak 1988. Patton dikenal sebagai frontman yang mempunyai banyak ide gila dan versatilitas karakter vokal. Selain itu, respek terhadap Patton banyak muncul karena dianggap sebagai salah satu frontman yang tidak silau terhadap godaan popularitas, malah selalu menghasilkan karya-karya orisinil.


Kemunculan The Beatles sedikit merusak bayangan frontman sebagai center stage, atau prima donna, atau biduan utama. Siapa frontman The Beatles? Meski Paul McCartney lebih banyak mengambil porsi vokal, tapi penggemar John Lennon pasti tidak terima jika idolanya disebut sebagai nomer dua. Keduanya memang ibarat surya kembar dalam sistem planet Mersey Beat tersebut.

Selanjutnya, konsep matahari kembar tersebut sering muncul dalam wujud "dynamic duo", yang tak bisa dilepaskan dari imej Mick Jagger dan Keith Richards, atau Robert Plant dan Jimmy Page. Kharisma Jagger atau Plant sebagai penyanyi solo, tentu kalah jauh dibanding ketika mereka berkibar bersama Rolling Stones dan Led Zeppelin.

Dari situ mulai muncul wacana bahwa frontman tak harus seorang vokalis utama dari band. Namun dari 7 list yang keluar dari komunitas Pearl Jam Indonesia di atas menunjukkan setidaknya, sang frontman memang rata-rata dikuasai oleh si vokalis.

Berikut 4 frontman lain yang muncul di dalam polling.

Freddie Mercury

Mungkin, asosiasi terbesar terhadap sosok frontman adalah ke mendiang vokalis Queen ini. Freddie Mercury menjadi pedoman bagaimana bersikap sebagai artis panggung. Interaksi serta kharisma luar biasanya di atas panggung dan di depan ribuan penonton tidak tertandingi.

Biduan yang lahir dengan nama Faroukh Bulsara ini seolah menjelma sebagai pusat perhatian di atas panggung. Padahal, di balik ide Queen, dirinya sangat ditopang dengan kreativitas para personel yang lain, terutama gitaris Brian May dan Roger Taylor. Namun, pesona Freddie sebagai frontman seolah menyihir semua audiens bahwa Queen adalah dirinya.

Oleh karena itu, ketika Freddie meninggal karena AIDS pada 1991, praktis Queen juga berakhir. Meski belakangan resurrect bersama Paul Rodgers, namun itu tetap bukan Queen, bagi penggemarnya.

James Hetfield

Kharisma dan karakter adalah sesuatu yang terus diasah Hetfield. Ketika pertama kali muncul bersama Metallica, dirinya hanya seorang anak punk tinggi, kurus, dan pemalu. Namun, lambat laun aura sebagai frontman sejati mulai muncul dalam diri vokalis dan gitaris asal Los Angeles ini. Meski menjaga konsep dwitunggal Metallica bersama partner-nya Lars Ulrich, namun di atas panggung tak ada yang meragukan kharisma Hetfield sebagai ikon Metallica. Dirinya adalah penguasa Metallica, grup metal paling terkenal sedunia.

Scott Weiland

Gaya flamboyan adalah salah satu kunci untuk menyebut performa Weiland. Ini menjadikan dirinya sangat cocok menjadi frontman bagi band-band yang digawanginya, terutama Stone Temple Pilots (STP) yang naik daun di era 90-an. Terbukti ketika dirinya keluar, De Leo bersaudara yang notabene merupakan otak STP, stagnan dan sempat tidak meneruskan band tersebut tanpa Weiland.

Ini adalah bukti bahwa sosok Weiland tak terbantahkan sebagai ikon STP. Demikian juga ketika kemudian band Weiland lainnya, Velvet Revolver ditinggal olehnya. Slash, Duff dan kawan-kawan masih bingung mencari format paska Weiland.

Axl Rose

Nasib yang sama dengan STP juga dialami Guns N Roses. Derasnya sorot lampu kepada sang vokalis, William Bailey atau dikenal dengan nama Axl Rose, membuat band ini berantakan ketika Rose memutuskan memecat para personil yang lain (terutama dengan keluarnya Slash dan Duff McKagan). 
Slash dan Duff juga tidak membentuk lagi Guns N Roses, karena lekatnya imej Rose terhadap band yang merajai pentas hard rock di awal 90-an ini.

Related

vocalist 5338404593146612208

Posting Komentar Default Comments

6 komentar

Raden Mas Angki Bukaningrat mengatakan...

aku setuju pol karo sing nomor 1.

:rock:

Helman Taofani mengatakan...

Wah kapan-kapan ngejam di studio Ki, maenin Audioslave/Soundgarden...

Jati Priyoharjono mengatakan...

Aku nyumbang 1 frontman: Angus Young dari AC/DC bung! Harus masuk tuh. Karena tanpa Angus, mbah2 dari Ostrali ini nggak bakalan bisa "Nunderstruck". Hehehe...

Keke Agestu mengatakan...

ini komen ga penting gue yah,,
"gue uda liat postingan ini duluan sebelum di posting ke sini, hooorrrayyyy!!!!!"

Raden Mas Angki Bukaningrat mengatakan...

Ayoookk..!!!!
Aku wis gatel nggebuk drum ik.

"Like A Stone"
"Revelation"

Sampeyan maen opo? Nek drum yo aku tak ngebass ae

Helman Taofani mengatakan...

Aku nyanyi wae Ki...hihihihi.

Follow Me

-

Podcast

Ads

Popular

Arsip Blog

Ads

Translate

item