Rekomendasi Tempat Ngopi di Bintaro Sektor 9 Sesuai Tipe



Berada di tengah-tengah kapital kafein Bintaro, apakah jadi jaminan lebih mudah mendapatkan asupan kafein sesuai selera? Belum tentu.

Banyak alasan dan motivasi di balik kebutuhan kafein seseorang. Dari level thirst-quencher-seeker hingga geek yang mendorong seseorang untuk mencoba dan mencari secangkir kopi yang paling memenuhi selera dan kebutuhan. Sehingga, rekomendasi di mana tempat ngopi akan bergantung pada level-level tadi.

Tanpa metode ilmiah, kira-kira ada beberapa tipe orang mencari kopi atau kafe beserta rekomendasi kafenya di seputaran Bintaro Sektor 9.

Thirst-quencher-seeker

Tren es kopi susu (atau kopi kekinian) menjadikan kopi sering dijadikan minuman pelepas dahaga. Karena enak (biasanya bergula dan ada susu) dan segar, es kopi ini menjadi salah satu staple menu berbagai kedai. Bersanding dengan es teh yang merupakan status quo-nya.

Menu ini juga salah satu jenis minuman yang sangat mudah didapatkan melalui layanan pesan antar. Di radius 1 kilometer dari rumah saya, ada puluhan kafe atau gerai yang menawarkan es kopi susu. Termasuk chain yang populer macam Kopi Kenangan, Janji Jiwa, dan sebagainya.

Rekomendasi: Rasa es kopi susu relatif sama di mana-mana. Yang paling populer adalah Kopi Tuku yang ada di SPBU BP Bintaro (Jalan Bulevar Bintaro). Selama masa pandemi, kedai ini hanya menerima take away, tetapi tetap ramai. Apalagi di pagi dan sore sebagai spot tujuan orang-orang yang olahraga di Binloop.

Toko Kopi Tuku BP Bintaro, rekomendasi tempat kopi di Bintaro Sektor 9. Foto: Manual.


Social Coffee Lover

Sama seperti merokok, ada juga orang yang sebetulnya tidak terlalu suka kopi, tetapi butuh untuk currency sosial. Biasanya mereka ke kafe untuk bertemu orang, dan karena mayoritas menu minuman utama adalah kopi, mereka jadi memesan kopi juga.

Tipe ini biasanya memesan kopi yang sudah divariasi penyajiannya. Dicampur es krim, apukat, krimer, sirup, dan sebagainya. Saya menyebutnya fancy drink. Kadang yang mereka pesan bukan kopi (misalnya matcha latte) tetapi merasa ini "ngopi".

Gerai seperti Starbucks adalah tempat yang pertama terlintas dengan pilihan variasi minumannya. Frappuccino dan aneka minuman lain yang mereka tawarkan bisa menjadi pilihan bagi orang yang harus ke kedai kopi tapi tidak berniat pesan kopi.

Rekomendasi: Kebun Ide yang menyediakan es krim dan minuman lain bisa jadi pilihan. Berada di area terbuka, tempat ini ramai dengan keluarga kaena anak-anak bisa bermain outdoor di lapangan luas yang ada di muka. Variasi menu yang disediakan juga bermacam-macam, sehingga mereka yang tidak datang untuk kopi tetap bisa menikmati.

Kebun Ide, rekomendasi tempat ngopi di Bintaro Sektor 9. Foto: Bintaro Jaya.


Working Place Seeker

Fenomena orang bekerja di kedai kopi sudah bukan hal yang aneh. Apalagi ketika work from home akibat pandemi, minat untuk bekerja di tempat yang memberi inspirasi semakin tinggi. Kedai-kedai kopi kekinian yang rata-rata instagrammable menjadi pilihan. Apalagi yang ber-AC dan memberikan wifi gratis. Colokan listrik juga hal yang dicari.

Kemudahan menjadi spot yang privat dan kapasitasnya juga jadi salah satu pertimbangan. Tentu sungkan bila seseorang berlama-lama di kedai kopi yang kecil.

Kedai kopi jadi pilihan karena makanan dan minuman yang datang tidak membutuhkan space besar. Paling-paling sebesar cangkir kopi dan piring kecil, masih cukup untuk membuka laptop. Rata-rata mereka yang ada di tipe ini akan memesan minuman yang bisa awet, atau dipesan berulang-ulang.

Rekomendasi: Saudagar Kopi Bintaro (SKB) di Maleo Raya bisa menjadi pilihan, tetapi hal ini diamini juga oleh banyak orang. Artinya, tempat ini selalu ramai lantaran sudah berfungsi sebagai "tempat kerja" bagi konsumen-konsumen setianya. SKB yang dikembangkan dari rumah tinggal memiliki spot-spot "privat" yang memungkinkan Anda bekerja tanpa terganggu aktivitas pengunjung lain.

SKB, rekomendasi tempat ngopi di Bintaro Sektor 9. Foto: Kadung Campur.


Melting and Meeting Spotter

Sambungan dari mereka yang bekerja di kedai kopi adalah orang-orang yang menjadikan tempat ini sebagai meeting spot. Untuk urusan apapun, dari networking pekerjaan hingga bersua karib. Karena menjadi titik ketemu orang, kedai kopi seperti ini juga jadi tempat mejeng (to see and to be seen).

Kriteria tempat kopi seperti ini, selain tempatnya bagus (instagrammable, dan punya spot foto) juga biasanya butuh luas. Sama seperti bekerja, tempat yang dipilih adalah tempat yang bisa mengakomodasi kebutuhan berlama-lama di kedai. Bahkan, apabila ada atraksi lain seperti live music dan sebagainya bisa menjadi nilai lebih.

Kedai seperti ini biasanya juga berfungsi sebagai restoran. Mereka menyediakan makanan berat, lantaran mereka yang datang bisa lama (melewati jam makan). Kadang-kadang, kedai seperti ini menjadi tidak fokus lagi sebagai kedai kopi.

Rekomendasi: Kategori ini cukup banyak di Bintaro. Yang populer di kalangan anak muda adalah Kopi Praja di dekat Perempatan Zodiac. Tempat ini selalu ramai, apalagi di malam akhir pekan. Pilihan lainnya, Kira Cafe di Pondok Pucung (arah Stasiun Sudimara, sekitar 750 meter dari Perempatan Zodiac) menyediakan tempat yang cukup luas serta ramai dengan pengunjung.

Kira Cafe Resto, rekomendasi tempat ngopi di Bintaro Sektor 9. Foto: Pergi Kuliner


Experimental Seeker

Di tahapan orang mengenal kopi, biasanya akan mulai dengan eksperimen atau eksplorasi penyajian kopi. Dari mengenal jenis-jenis kopi dan asalnya, hingga metode seduh yang berbeda-beda. Banyak juga kedai kopi yang melayani para pencari eksperimen ini.

Kedai-kedai kopi juga tanggap mengenai hal ini dan menyediakan menu seduhan manual dalam menunya. Biasanya mereka menyediakan juga aneka jenis biji kopi yang bisa dipilih. Untuk mengoperasikan ini, umumnya mereka memiliki bar terbuka di mana konsumen bisa melihat kopinya diseduh oleh barista.

Label-label jenis kopi menjadi bagian etalase kedai. Asal (origin) kopi, dan mungkin jenama perendang (roaster) kopi ditampilkan sebagai pilihan.

Rekomendasi: Lokali di Fresh Market Emerald menyediakan pilihan kopi dari roastery berkualitas. Mereka juga menyediakan dedicated barista untuk menyeduh kopi, baik manual maupun espresso-based. Tempat ini ramai tiap pagi karena memang sudah buka mulai jam 7 pagi, tetapi tutup pada jam 4 sore.

Lokali, rekomendasi tempat ngopi di Bintaro Sektor 9. Foto: Tante Ngopi


Coffee Geek

Level yang terakhir adalah mereka yang sudah melewati tahapan eksperimental, dan memang mencari kafein ke kedai-kedai yang mereka kunjungi. Yang dicari para coffee geek biasanya apa yang menjadikan kedai tersebut spesial, dari sisi kopi. Entah dari sisi baristanya, biji kopi yang disediakan, hingga seduhan yang khas.

Kedai spesialisasi kopi menjadi pilihan para kutu-kopi ini. Mereka tidak terlalu terikat dengan konsep kafe, makanan lain, dan sebagainya. Biasanya, tempat-tempat perendangan (roastery) atau kedai yang merendang (roasting) kopinya sendiri menjadi pilihan.

Rekomendasi: Dua Coffee di Jalan Maleo. Dua adalah salah satu roastery kopi terbaik di Jakarta dan sekitarnya. Mereka menyediakan kopi untuk dibawa pulang juga. Sayangnya, tidak selengkap pusatnya di Cipete yang menyediakan lebih banyak pilihan. Untuk kategori ini, di Bintaro Sektor 9 masih kekurangan pilihan. Tidak seperti Sektor 1-2 misalnya, yang memiliki Pigeonhole atau Kunanti.

Dua Coffee, rekomendasi tempat ngopi di Bintaro Sektor 9. Foto: Basio


Foto-foto: Manual (Kopi Tuku), Bintaro Jaya (Kebun Ide), Kadung Campur (SKB), Pergi Kuliner (Kira), Tante Ngopi (Lokali), Basio (Dua Coffee)

Related

urban living 6251410617765835822

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

Podcast

Ads

Popular

Arsip Blog

Ads

Translate

item