Mengapa Obama?

Ya, mengapa Barack Obama? Mengapa harus mempermasalahkan sebuah pemilu di negara dengan beda zona waktu hampir 12 jam dari negara kita? Men...


Ya, mengapa Barack Obama? Mengapa harus mempermasalahkan sebuah pemilu di negara dengan beda zona waktu hampir 12 jam dari negara kita? Mengapa harus turut dalam hiruk pikuk pesta demokrasi negara yang mungkin paling banyak dibenci di muka bumi?

Paling tidak tiga alasan ini mengemuka:
1. Sebagai bukti bahwa Amerika bisa percaya kepada golongan minoritas yang secara track record sejarah tidak begitu bagus. Amerika selalu menekan negara lain yang dianggap melanggar HAM. Dunia perlu bukti bahwa sang polisi juga bisa berlaku adil. Oleh karena itu, ini adalah momen bagus supaya perspektif memandang Amerika menjadi seimbang lagi. Mereka harus mengalahkan diri mereka sendiri untuk melihat keturunan kulit hitam berkuasa sebagai presiden.

2. Latar Obama relatif lebih bisa diterima oleh lebih banyak golongan di muka bumi. Oke, di Amerika mungkin itu menjadi masalah, ketika nama tengah "Hussein"-nya memicu spekulasi SARA dan paranoia berlebihan. Tapi di dunia, seorang bernama Barack Hussein Obama yang keturunan Kenya akan lebih masuk ke "pergaulan" internasional sesungguhnya yang melibatkan panasnya Timur Tengah dan kemiskinan Afrika sebagai salah satu simpul besar permasalahan dunia.

3. Mari berharap bahwa naiknya Obama akan sedikit menaikkan humas negara kita. Meski hanya termaktub dalam satu bab (dari sembilanbelas bab) dalam buku Dreams of My Father, namun setidaknya Obama sudah beritikad baik bahwa Indonesia adalah salah satu fase penting yang membentuk dirinya sekarang. Ketika Obama nantinya berkunjung ke Indonesia, setidaknya headline bukan cuma seputar jamming telekomunikasi di radius dia berada. Namun cerita-cerita nostalgik riwayatnya hidup di Menteng, Jakarta bisa turut ter-ekspos. Apalagi Indonesia sekarang sudah relatif berbeda dibanding ilustrasinya di Dreams of My Father. Warga AS akan lebih familiar dengan Indonesia. Keuntungan? Coba bayangkan arus turisme dan rangkaian konser band asal negeri Paman Sam di sini (say goodbye to travel warning).

Setidaknya tiga poin di atas menjadi trigger kenapa saya antusias mengikuti hasil pemilu AS kali ini ketimbang edisi 2004 yang memunculkan John Kerry. Dulu juga seseru ini, apalagi lawan Kerry adalah Dubya himself yang saat itu (sampai sekarang sih) menjadi musuh dunia selepas agresinya ke Irak. Namun Kerry tidak bisa menjawab tiga poin saya di atas yang menarik minat saya untuk mengikuti perkembangan pesta demokrasi di AS.

However, tiga hal pula yang harus diantisipasi jika nantinya Obama terpilih. Satu, saya pesimis akan ada tindakan konkret untuk Israel. Dua, impak Obama di kancah internasional mungkin tidak akan terlalu signifikan terhadap dunia menyusul badai masalah domestik yang muncul belakangan. Dan terakhir, mari kita berharap bahwa Obama tidak akan di-lengserkan, baik melalui cara "keras" (assasinated) atau melalui skandal.

Selepas debat akhir kandidat presiden tadi pagi, kini kita menuju ke real deal. So, good luck Barry!

11/05 excerpt - Yes, he can! Sekarang ada alasan sahih kenapa saya bisa berharap terwujudnya 3 poin di atas. Obama memenangi pemilihan umum 2008 dan bakal menjadi presiden ke-44 Amerika Serikat setelah dilantik 20 Januari 2009 nanti.
(added on Nov 5th, couple hours post-Obama acceptance speech)

Reactions: 

Related

recent issues 7215107293350220859

Posting Komentar Default Comments

6 komentar

Bazoekie mengatakan...

Yang pasti memang Indonesia sejak awal ga bisa berharap banyak selain kondisi Dunia lebih positif dan Damai? (masih tanda tanya juga).Tetapi pelajaran demokrasinya dan semangat perubahan benar-benar pas untuk Indonesia.Dan juga tiga kriteriamu dipunyai hanya oleh Obama,bahkan mungkin untuk selamanya...

donlenon mengatakan...

ya semoga saja, barry, kalau saja terpilih nanti, tidak lupa dengan kenangan singkatnya di jakarta itu...

Rizal mengatakan...

Kita tahu besarnya pengaruh amerika di dunia internasional, dan harus yang bisa merubah amerika adalah rakyat amerika sendiri.

salam kenal mas... ini mas hilma taufani yang di milanisti indonesia bukan ya..?

Andri mengatakan...

Aku kayaknya dukung obama jg ah..Soalnya aku liat McCain tampangnya dingin bgt..Kayaknya susah buat diajak diskusi geto.

Semoga siapa pun yg terpilih jd presiden nanti bisa menjaga perdamaian dunia..dan bukan sebaliknya. ;D

nads mengatakan...

mengapa harus obama?karena Mc Cain udah tua, fisik n pikirannya. Abad ini membutuhkan pemimpin yg mampu melihat dan membawa perubahan. Jika Obama terpilih berarti Amerika siap menuju perubahan, menjadi warga negara dunia yg setara dengan yg lain.
nads

Ipul mengatakan...

saya setuju dengan ketiga pointmu Man, utamanya yg nomor 3..kalo Obama naek, Indonesia makin dikenal warga Amrik dan Pearl Jam yang notabene adalah pendukung Obama akan mulai melirik Indonesia dan moga2 aja berniat ke Indonesia..

2010 huh..?, hehehe..

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

item