Gunakan Cloth-Diapers!

Cloth Diapers, alias popok-pakaian (any better translation?), atau yang dikenal dengan Clo-Di adalah barang baru di Indonesia. Meski di beb...


Cloth Diapers, alias popok-pakaian (any better translation?), atau yang dikenal dengan Clo-Di adalah barang baru di Indonesia. Meski di beberapa kota besar seperti Jakarta sudah mulai populer di kalangan orangtua yang memiliki bayi, namun overall Clo-Di masih relatif asing. Dari survei kecil, beberapa malah belum tahu bagaimana bentuk makhluk bernama Clo-Di ini. Setelah tahu, biasanya para orangtua mundur teratur ketika mereka bertanya harga Clo-Di. Kaget karena harga satuannya jauh di atas harga popok-buang (disposable diapers seperti Pampers dan kawan-kawan). Clo-Di juga sering diperbandingkan dengan popok-pakaiulang konvensional, karena sama-sama merupakan reusable diapers.

Namun itu tentu karena kurang familiarnya Clo-Di, sebagai salah satu produk inovasi baru yang memang belum ter-branding sempurna di masyarakat Indonesia khususnya. Clo-Di, secara umum, adalah produk yang menjembatani (dari sisi positif) disposable diapers dan reusable diapers konvensional. Ketahanannya sama seperti disposable, namun bisa digunakan berulang dan sama ramahnya di kulit bayi seperti halnya reusable. Secara umum, Clo-Di memiliki tiga keunggulan utama:

1. Clo-Di lebih ramah untuk bayi. Kandungan bahan kimia di dalam Clo-Di jauh di bawah disposable diapers. Ini tentu kabar bagus untuk para bayi kita, di mana kulit mereka tidak sekuat kulit orang dewasa dalam menahan penyerapan (yang tak diinginkan) dari bahan-bahan kimia yang berbahaya.

2. Clo-Di lebih ramah lingkungan. Tidak bisa dikatakan nol polusi juga, karena masih mengeluarkan "output" dalam proses pembersihan dan pencucian (mengkonsumsi air dan deterjen dan mungkin energi bagi yang menggunakan mesin cuci elektris). Namun itu adalah variabel yang berbeda bagi tiap orang, karena sangat bergantung pada kontrol pemakaian, dan peralatan yang digunakan. Yang jelas Clo-Di tidak menambah beban sampah tak-terurai di bumi kita. Permasalahan utama disposable diapers adalah dari sisi pakai-buang dimana sampah popok sekali pakai tersebut adalah sebagai sampah tak terurai. Satu disposable diapers membutuhkan 500 tahun untuk diuraikan tanah.

3. Clo-Di lebih ramah biaya. Oke, investasi awal kala membeli Clo-Di memang terlihat mahal. Namun Anda bisa membeli dan memakainya berulang, bahkan sampai berganti anak (bila yang ingin memiliki anak lebih dari dua). Mari berhitung: rataan harga Clo-Di adalah sekitar dua ratus ribu-an rupiah saat ini. Mungkin Anda membutuhkan tujuh buah Clo-Di supaya bisa digunakan kontinyu. Itu membutuhkan biaya sekitar satu setengah juta, yang bisa digunakan berulang sampai bayi berumur 20 bulan. Bahkan bisa diwariskan ke anak berikutnya. Bandingkan dengan penggunaan disposable diapers yang dalam sebulan rata-rata mencapai 200.000 - 400.000, dan kalikan untuk 20 bulan mendatang. Jelas terlihat perbandingan yang signifikan dari sisi biaya.

Jadi, silahkan pertimbangkan sendiri sementara memutuskan mana yang lebih bijak untuk bayi, lingkungan dan juga kondisi finansial Anda.
Reactions: 

Related

recent issues 1825718214506035141

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

item