Let's Go Italy: Centrale Stazione Milano

Kami menginap di sebuah hotel yang terletak di kawasan pinggir kota, tepatnya di daerah Crescenzago. Karena jejaring transportasi sudah sa...

Kami menginap di sebuah hotel yang terletak di kawasan pinggir kota, tepatnya di daerah Crescenzago. Karena jejaring transportasi sudah sangat bagus di Milan, jangan terbawa untuk menginap di pusat kota dengan biaya yang jauh lebih tinggi. Hotel yang kami inapi, terletak di seberang stasiun metro Crescenzago sehingga sangat memudahkan akses ke segala penjuru Milan.


Hari pertama di Italia sudah dihabiskan menengok centro storcio Milan dengan memanggul dua ransel yang lumayan berat. Lelah mendera langsung dilampiaskan dalam dunia mimpi. Lantaran masih jetlag, pukul 3 pagi kami berdua bangun dan ngobrol sambil posting foto-foto. Pagi-pagi kami masih sempat jalan-jalan keliling Via Flumendosa, daerah permukiman yang didominasi flat di timur laut Milan.

Agak siang sedikit, kami beranjak via metro ke Centrale Stazione, stasiun kereta utama Milan. Untuk ke Centrale, kami tinggal naik metro jalur hijau (linea verde) dari stasiun Crescenzago yang ada di depan hotel. Centrale ada di linea verde, jadi kami tak perlu berganti jalur. Dari Centrale, kami akan meneruskan perjalanan ke Venesia yang disebut-sebut sebagai kota paling indah di dunia.

Centrale Stazione adalah kisah horror yang selalu saya baca di aneka review dan travelog di Milan. Banyak wisatawan yang jadi korban tindak kriminal di stasiun warisan era fasisme Mussolini ini. Stasiun pusat Milan ini dibangun untuk mengakomodasi mobilisasi tentara fasis berbaju hitam dari Roma ke Italia utara (bahkan Jerman). Arsitekturnya grandeur, untuk mengimbangi cagar arsitektur lain di kota Milan, bergaya klasik. Di platform kereta, atap lengkungnya adalah salah satu atap dengan diameter paling lebar yang pernah saya lihat.

Karena tempatnya yang sangat besar, memang mau tidak mau first-timer seperti kami pasti celingak-celinguk mencari petunjuk. Tetapi karena sudah banyak membaca, kami senantiasa waspada dan selalu mengikuti petunjuk dari signage yang ada. Saya ingat petuah Lufthansa di penerbangan untuk mempelajari bandara Frankfurt, tempat kami transit.

“If you can read the sign, you will be allright.”

Di Centrale juga sama. Kita tinggal mengikuti petunjuk yang ditulis bilingual dalam bahasa Italia dan Inggris. And it’s everywhere. Treni artinya kereta. Binari artinya platform atau peron. Di banyak tempat juga ada papan petunjuk keberangkatan dan kedatangan kereta, di mana kita bisa mencocokkan nomor kereta dan peron yang akan dituju.

Platform keberangkatan terletak di lantai atas stasiun. Ada puluhan platform dan kereta di sana. Memang benar banyak pengemis dan orang yang mencurigakan. Overall mirip dengan terminal atau stasiun di tempat kita juga. Asal waspada dan dekat dengan keramaian, kita akan baik-baik saja.

Sampai di stasiun, waktu keberangkatan masih sekitar dua jam kemudian. Kami menghabiskan waktu berkeliling stasiun, melihat-lihat toko dan inspirasi buah tangan. Begitu dekat waktu keberangkatan, kami segera mencari informasi kereta yang akan mengangkut kami ke Venesia. Di platform 11 ternyata sudah tersedia Frecciabianca yang akan membawa kami ke kota air di timur laut Italia tersebut.

Andiamo a Venezia!
Reactions: 

Related

travelogue 1902858065826754657

Posting Komentar Default Comments

2 komentar

Nito Septian mengatakan...

Jadi inget hampir dipalak ama anak muda reman kobam di samping stasiun Frankfurt. Sama mampir ke toko serba ada khusus dewasa di sebrangnya dan dipanggil 'Ni hao ... ni hao...' . Stasiun emang selalu terkenal rawan ye.

Helman Taofani mengatakan...

Yoi, stasiun Paris, Milan, Roma juga tenar rawan. Frankfurt juga yak? Wah.

Follow Me

-

Popular

Arsip Blog

item