5 Cara Cek Kredibilitas Sumber Berita

Agak kaget kemarin ada berita tendensius (curiga abal-abal) yang dirilis oleh akun "Detik.com" (demikian tertulisnya). Saya ber...


Agak kaget kemarin ada berita tendensius (curiga abal-abal) yang dirilis oleh akun "Detik.com" (demikian tertulisnya). Saya berkesimpulan itu memang page abal-abal, karena akun "Detik" yang asli ternyata ada dengan tambahan "www" dan ada tanda verifikasinya.

Ini jadi concern saya, karena makin banyak orang/pengguna yang sharing konten dari situs abal-abal. Banyak juga pengguna yang saya tak ragu kadar intelektualitas (dan selera) tiba-tiba sharing konten yang meragukan. Entah karena larut dalam latah sharing, atau murni terbuai ke-KW-an provider konten (entah karena nama mirip atau logo mirip).

Berikut tips saya untuk membedakan provider konten abal-abal atau bukan:

1. Paling gampang dari ejaan yang disempurnakan (EYD). Bila konsisten menulis dengan tanda baca yang benar (termudah: menulis dengan huruf kapital di awal kalimat, dan diakhiri dengan tanda titik), maka itu adalah gerbang awal kesahihan.

2. Gaya dan tata bahasa yang benar. Cek termudah adalah tidak ada (minimal jarang) kata yang diulang dalam satu kalimat.

3. Cek ulang narasumber dengan googling. Misalnya bila ada berita yang mengabarkan Direktur PT Berkah Jaya, Fulan. Maka cek (by googling) apakah memang Direktur PT Berkah Jaya adalah Fulan?

4. Cek apakah beritanya dilansir situs lain. Kadar suatu isu jadi punya nilai berita (newsworthy) tentu akan menarik banyak provider konten untuk mengabarkan bukan? Nah, gampangnya googling saja dengan keyword yang mirip judulnya. Misalnya: "skandal korupsi Bupati Jayawijaya". Bila muncul di situs berita lain (terutama situs berita mainstream/reputable) maka kadar sahihnya makin besar juga.

5. Cek disclaimer, nameplate, dan detail website. Biasanya ada di bagian footer, atau malah paling atas. Di situ, bila situsnya memang akuntabel, akan ada data publisher (lengkap dengan alamat dan kontak yang bisa dihubungi).

Setidaknya lakukan 3 dari 5 check list di atas sebelum sharing konten di media sosial. Kalau ragu, lebih baik jangan di-share.

Ada yang mau menambahkan?
Reactions: 

Related

sharing 9174685563579978470

Posting Komentar Default Comments

2 komentar

iPul Gassing mengatakan...

kayaknya udah cukup, 5 hal di atas adalah paling mendasar.
terima kasih pak untuk sharingnya

Nia Efendi mengatakan...

Wah baru baca ini, berguna nih pak hehe. Jadi lebih berhati2 kalo mau sharing, kebetulan yg biasanya aku lakukan cuman ngecek link-nya aja sih, bener ga isinya sesuai ama yg dikirim teman via grup. Thanks infonya! :)

Follow Me

-

Popular

Arsip Blog

item