Supernova 1991 Nu Ageung dan Radiasinya 30 Tahun Kemudian

Kompas hari ini (21/3) menulis artikel mengenai “Supernova 1991” . Memori mengenai fenomena yang terjadi di tahun 1991, ketika sepanjang tah...

Seminggu di Thailand: Konteks Chiang Mai di Hari Keenam

Ilusi kota besar di negara berkembang kerap menjebak. Saya pernah menulis mengenai ekspektasi orang tentang Surabaya yang menyandang kot...

Kembalinya Media Cetak (Bagian Keempat - Akhir)

Bila majalah menampakkan tanda-tanda cerah di platform cetak, maka jalur yang ditempuh koran lebih berliku. Bisnis koran dibangun dengan ...

Kembalinya Media Cetak (Bagian Ketiga)

Ketika digital jelas diuntungkan dengan skema distribusi, profit model -nya masih jadi misteri. Di balik segala kehebohan mengenai matiny...

Kembalinya Media Cetak (Bagian Kedua)

Beberapa bulan kemudian, usai pertemuan yang membuat gusar tersebut, saya tengah berada di sebuah basement dari bar yang bernama Book C...

Kembalinya Media Cetak (Bagian Pertama)

Sesaat setelah buku terakhir saya, The Tastemakers , diterbitkan, seorang perempuan dari sebuah agensi marketing terkenal di New York men...

Proudly Bahasa

Seberapa gawatkah apresiasi terhadap Bahasa Indonesia? Hampir 80 tahun lalu para pemuda kita merumuskan jika mereka akan menggunakan Bahasa ...

Living Surabaya: Traffic

Bulan ini genap sudah saya dua tahun bermukim di kota para buaya (hahaha) yang konon juga merupakan kota terpanas di Indonesia. Untuk sema...

Mod and Target

Apa arti simbol pada baju yang dikenakan Keith Moon (dua dari kiri) di atas? Asosiasi terdekat bagi saya adalah seringnya simbol itu m...

Follow Me

-

Ads

Popular

Arsip Blog

Ads

Translate

index