Prambanan After 15 Years

- Prambanan Complex - Beberapa tahun yang lalu, dilakukan penambahan fitur lighting pada dua objek arkeologi terkemuka di Jawa Tengah dan ...

- Prambanan Complex -

Beberapa tahun yang lalu, dilakukan penambahan fitur lighting pada dua objek arkeologi terkemuka di Jawa Tengah dan DIY, candi Borobudur dan Prambanan. Tujuannya adalah untuk memberikan profil dua candi megah tersebut di waktu malam, dan bisa dijadikan sebuah latar nan dramatis. Prambanan misalnya, profil candi yang disorot dengan tata lighting menjadi latar dari sendratari Ramayana yang rutin digelar.

Sayangnya, selain penikmat sendratari, keindahan sorot lampu yang konon (desainer lightingnya) diimpor itu tidak bisa disaksikan oleh pengunjung umum. Jam operasional candi tutup pada pukul 17.00 WIB, di mana lampu belum juga dinyalakan sementara hari juga belum cukup gelap. Sayang memang…

- Sacred Ruins -

Hal itu jugalah yang mematikan itinerari perjalanan saya di Prambanan, Jumat 8 Februari 2008 lalu. Terakhir kali saya mengunjungi Prambanan adalah kelas 3 SD (which almost 15 fookin years, I s'pose) bersama rombongan darmawisata dari sekolah. Selama periode itu, candi yang memunculkan mitos pembangunan kilat tersebut mengalami beberapa perkembangan. Salah satunya adalah lighting. Saya ingin melihat Prambanan dengan lightingnya yang memesona. Rencananya, dari Jogja saya ingin mengabadikan sunset di kompleks arkeologi istana Ratu Boko yang terletak sekitar tiga kilometer dari kompleks Prambanan. Tetapi begitu mengetahui jam operasional Prambanan yang hanya sampai jam lima sore, akhirnya itinerari diperpendek hanya dengan melihat kompleks candi yang terkena dampak gempa Jogja 2006 lalu.

- Beneath the Remains -

Sesampai di kompleks candi, sedikit kecewa juga ketika bertemu fakta bahwa ada semacam boundary yang membatasi pengunjung dengan candi. Hal ini disebabkan beberapa bagian candi mengalami kerusakan sehingga menjadikannya rapuh, seusai gempa 2006 lalu. Hanya saja, ketika melihat kondisi yang memang memprihatinkan, wajar juga untuk mencegah dari tangan-tangan jahil wisatawan yang bahkan berpotensi merubuhkan candi-candi megah di sana! Ini adalah periode awal Prambanan dibuka untuk umum pasca restorasi gempa. Restorasi masih berlangsung di beberapa candi.

Meski demikian, kegiatan restorasi tidak mampu melunturkan pesona dan aura kemegahan dari masa lampau yang masih tegak berdiri. Bahkan reruntuhan yang masih berserakan di beberapa tempat juga masih bisa bercerita tentang sisa kejayaan dinasti Mataram Kuno.

- Golden Temple -
Semburat senja menyinari salah satu sisi Candi, dengan tampak latar kegiatan restorasi yang masih berjalan.


Yah, tanpa lighting buatan-pun aura Prambanan juga masih terlalu kuat untuk menjadikan kita abai. Sinar matahari sore yang disaput awan mendung pun masih mampu memendarkan cahaya keemasan dari batu-batu bersusun tersebut. Sebuah jawaban ancient wisdom atas ketinggi-hatian manusia modern.

More photos, do my Flickr...
Reactions: 

Related

travelogue 9031442882587779107

Posting Komentar Default Comments

5 komentar

Jiewa mengatakan...

foto yg terakhir bagus mas, terasa banget keagungan candi-nya.. great work :)

Mohammad Helman Taofani mengatakan...

Thanks bro...rada monoton nih hasilnya since motonya cuman cecandi doank.

Gene mengatakan...

Bagus bagus banget ya jadinya Ay.
Hihiihi keren deh, ga percuma deh keujanan n pegel-pegel.
Next trip will be Jakarta, rite?

Ipul mengatakan...

waaa...Prambanan..
terakhir ke sana taun 2000..seingat saya ada "aroma" khas Prambanan yang kemudian bikin saya kangen untuk kembali ke sana...

ahh.entah kapan..
mungkin nanti bareng anak2..hehehe..

Mohammad Helman Taofani mengatakan...

Aroma apa emang bos?

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

item