Il Derbissimo

Sisa dari derbissimo kemarin... Meski presiden Internazionale, Massimo Moratti seumur-umur belum pernah merasakan tim yang dipimpinnya berl...


Sisa dari derbissimo kemarin...

Meski presiden Internazionale, Massimo Moratti seumur-umur belum pernah merasakan tim yang dipimpinnya berlaga di final Liga Champions, namun dirinya mendeklarasikan atmosfer derby sebanding dengan ajang puncak kejuaraan antarklub Eropa tersebut. Tapi, mungkin salah juga kalau menggugat alasan itu untuk menuduh bahwa presiden Moratti tidak pernah merasakan ketegangan final Liga Champions. Sejak dia menjadi presiden Inter di 1995, paling tidak dirinya sudah lima kali menyimak final dengan penuh ketegangan. Kelimanya untuk membela empat klub yang berbeda, yakni Ajax, Borussia Dortmund, Real Madrid dan Liverpool. Keempat klub tersebut masing-masing menghadapi klub rival Inter, Juventus dan AC Milan circa 1995. Jadi jangan perdebatkan perasaan Moratti tentang final Liga Champions.

Julio Cruz kembali mencetak gol ke gawang Milan pada derby paling mutakhir Minggu lalu, atau tiga kali berturut dalam derby Milan. Cruz bukan kutukan untuk Milan (well, masih dalam taraf menyebalkan). Andriy Shevchenko pasti lebih dibenci oleh tifosi Inter ketimbang milanisti membenci Cruz. Sebab, Sheva telah menggelontor gawang Inter sebanyak 9 kali selama berbaju Milan. Untuk menambah pahit, 8 di antaranya turut memenangkan Milan (dengan satu berakhir imbang namun meloloskan Milan ke final Liga Champions di tahun 2003).

Ronaldo dan Kaka berada di bawah Sheva untuk kontribusi gol dalam derby dengan torehan 5 gol. Hanya saja, nama pertama mencetak gol untuk dua kubu yang berbeda. Penyerang tonggos yang barusan terkena kasus prostitusi tersebut telah empat kali membobol gawang Milan, klubnya sekarang dengan baju Inter. So, Ronaldo memang lebih layak jadi legenda Inter ketimbang Milan. Berbeda dengan Roberto Baggio dan Clarence Seedorf yang meski pernah berbaju biru-hitam, namun gol-gol mereka semua dicetak ketika mereka berbaju merah-hitam.

Dua simbol abadi Inter dan Milan, Guiseppe Bergomi dan Franco Baresi, masing-masing pernah membuat gol bunuh diri dalam derby. Bergomi melakukannya di musim 1993/1994 dan berujung pada kekalahan Inter. Sementara Baresi lebih hebat karena dirinya membayar dengan mencetak gol untuk Milan pada pertandingan di musim 1986/1987 yang berakhir dengan kemenangan tipis Milan 2-1. Simbol Milan lainnya, Paolo Maldini juga pernah mencetak gol penyeimbang pada derby di musim 1994/1995.

Untuk klasemen derby, Milan masih unggul dengan 105 kali kemenangan, termasuk derby terakhir pada 4 Mei 2008 lalu. Inter membukukan 91 kemenangan, dan 72 di antaranya berakhir imbang. Gol yang dicetak Milan juga lebih superior, dengan 428 gol berbanding 396 yang digelontorkan Inter ke gawang Rossonero.
Reactions: 

Related

football 831272354874326671

Posting Komentar Default Comments

3 komentar

Ipul mengatakan...

derby kemarin betul2 mengasyikkan...
seandainya saja Milan bermain seperti itu sepanjang musim..mungkin mereka yang jadi campeone...

Gina mengatakan...

setuju mas Ipuuullll..
Assoy banggeeettts derby-nya.

Vina Revi mengatakan...

Nggak mau komen. Karena nggak ngerti apa-apa tentang hal ini, euy.

See, meskipun bilang kalo nggak mau komen, tapi ended up dengan berkomen juga, akhirnya! :)

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

item