Geek Movie

Relatif tak ada ide baru yang keluar dari film Wanted , kecuali ide mengenai "bending bullets" (yah, saya setuju seratus persen de...


Relatif tak ada ide baru yang keluar dari film Wanted, kecuali ide mengenai "bending bullets" (yah, saya setuju seratus persen dengan Gina untuk hal ini).

WANTED adalah satu bentuk film yang geek-friendly, karena mengutip hal-hal fantastis dari film wajib para kaum "tertindas" tersebut, seperti Fight Club dan The Matrix. Kedua film sama-sama mengetengahkan proses transformasi seorang yang amat sangat biasa menjadi luar biasa. Fight Club lebih kepada ide radikalisme, sementara Matrix adalah gambaran fatalis populernya.

Jadi, memang tidak mengejutkan jika Wanted, yang idenya dikembangkan dari sebuah komik (another geek-connection), banyak mengambil unsur pivotal dari dua film di atas. Berkata "shut your fucking mouth" kepada atasan adalah kembangan gagasan "worker bee can leaves the drone" yang ditulis Chuck Palahniuk dan direalisasikan dalam bentuk film oleh David Fincher dalam wujud Fight Club (1999). Karakter Wesley Gibson juga banyak mengambil rel yang turut dijejaki nostalgia Tyler Durden. Loose yourself and show who's the boss. Mungkin Mike Millar, sang kreator komik memang betul-betul menggemari Fight Club.

Sementara kebangkitan Thomas Anderson menjadi Neo yang superior juga dinapaktilasi Wesley. Berangkat dari geek, keduanya bisa menjadi superhuman dengan kekuatan fisik di atas sesamanya. Pola-nya memang selalu sama. Dalam waktu yang singkat, dengan latihan metodis, bakat mereka telah berubah menjadi senjata yang amat kuat. Tapi ide semacam ini memang selalu berulang di hampir semua komik superhero.

Namun Wanted versi film lebih pintar, karena tidak terjebak dalam pengulangan ideologi berat yang terkandung dalam cerita Fight Club atau Matrix. Selain saripati cerita, sutradara Timur Bekmambetov hanya menyerap unsur-unsur yang membuat dua film tersebut menjadi indah, yakni bahasa gambar. Gambar yang lebih leluasa bagi Bekmambetov, dibandingkan Millar, karena dia bisa merangkainya dalam gerakan-gerakan yang ditangkap kamera. Tidak terbatas panel-panel komik dan kuota halaman.

Wanted mewarisi sifat epik dari sisi visual yang dikembangkan David Fincher dan Wachowski bersaudara. Penggambaran detail-detail adegan dalam slow-motion, replay and reverse, dan berbagai teknik lainnya telah berhasil membungkus Wanted sebagai film yang unggul dari sisi kualitas visual. Film ini adalah film yang memang disiapkan menjadi film laga. Dan saya salut dengan tim penulis skenario (Michael Brandt, Derek Haas dan Chris Morgan) untuk tidak membuang banyak menit dengan omong kosong dramatis yang klise. Cukuplah menikmati sedikit chemistry antara Angelina Jolie dan James McAvoy sebagai satu bumbu dramatis yang bertahan di hempasan adegan laga yang seru. Menonton film ini memang akan lebih baik untuk dinikmati sebagai sebuah wahana, ketimbang direnungkan.

"You have to defy logic and let yourself entertained", ujar kritikus film ternama menyikapi resep untuk menikmati film laga. Luckily, I do...
Reactions: 

Related

movie 5071292852184829689

Posting Komentar Default Comments

2 komentar

Gina mengatakan...

Oo ada lagi yg rada aneh... itu kan pabrik benang ko ada tempat jagal sapi??

Oops ga usah tersinggung ya Pi... whahahaha

Helman Taofani mengatakan...

Masa itu sapi sih, bukannya kambing?

Eh, ngga tersinggung kan mbing? Hahahahahaha...

Follow Me

-

Popular

Arsip Blog

item