Stone Temple Pilots - Early Impression

Stone Temple Pilots, setelah hiatus (bubar sebetulnya) semenjak rilis Shangri-La Dee Da tahun 2001 lalu kini kembali merilis album baru ya...



Stone Temple Pilots, setelah hiatus (bubar sebetulnya) semenjak rilis Shangri-La Dee Da tahun 2001 lalu kini kembali merilis album baru yang diberi nama sama seperti band (self-titled). Kembali dengan formasi awal, setelah era pengembaraan Weiland di Velvet Revolver, serta berbagai project DeLeos (Army of Anyone dan Filter), STP membuktikan bahwa mereka bisa langsung tancap gas from where they've left off - menurut frasa barat. 13 lagu mengisi album baru yang diproduseri langsung oleh DeLeos bersaudara.

Bila dulu mereka ketiban pulung dengan masuk kala scene grunge mendera, maka sekarang DeLeos dan Weiland bisa lebih ekspresif untuk melepaskan diri dari jerat genre yang sebetulnya tak pernah mereka masuki tersebut. Influens southern rock, blues dan juga rock n roll lawas dari Britania bisa dibiarkan mengembara bebas, mengembalikan kejayaan musik rock alternatif '90-an. Yang bukan grunge.

Impresi saya pribadi, album ini meski secara unit tak sekuat Core atau Purple, namun secara individu Stone Temple Pilots memiliki kapasitas lagu-lagu yang cukup menonjol. Mungkin ini adalah proyek tabungan DeLeos yang telah melalui lapisan waktu, sehingga hasilnya cukup festive dan bervariasi. Untuk itu, overall review (yang saya dengar dari dua kali spin album) bisa saya simpulkan dari hasil mendengarkan secara individu tiap-tiap lagu di bawah.

01. Between the Line 2:50
Membawa aroma beat dan groove tradisional STP yang sangat rock n roll, dan merupakan afiliasi terdekat untuk mengkombinasi Velvet Revolver dengan STP. Single pertama dari album self-titled ini. Etalase pertama gaya vokal Weiland. Kali ini sedikit berbau Beatles, yang ditunjang juga dari gaya lagunya overall. Lagu ini langsung membawa ke aroma Big Bang Baby, dengan chorus dan bridge yang sangat berasa Kurt Cobain. Rangkuman dari semua genre yang pernah disematkan ke STP. Sangat elegan sebagai single pembuka setelah sekian lama hiatus.

02. Take a Load Off 3:11
Penggemar Core atau Purple hampir pasti langsung masuk dengan lagu ini. Bridge berulang dan chorus meluncur, setelah diawali dengan verse yang terbeban riff. Single kedua. Belum lama ini dilepas. Mungkin strateginya adalah memblur dengan Velvet Revolver di single pertama (Between the Line), lalu kembali ke masa lalu dengan lagu ini. Lumayan berhasil.

03. Huckleberry Crumble 3:10
Anda suka The Black Crowes? Inilah sebabnya mengapa STP menjaring lebih banyak fan The Black Crowes (baca: blues rock) ketimbang penggemar grunge. Southern rock dan blues kental di sini, demonstrasi influens Aerosmith dari telecaster Dean.

04. Hickory Dichotomy 3:22
Bak serial bersambung dengan lagu sebelumnya yang juga diawali huruf H, lagu ini masih membawa nuansa blues. Weiland menyanyikan sedikit out of tune, seperti akar musik blues lama dari daerah selatan. Bass menjadi groove inti, dengan pattern riff ditentukan gitar. Refrain "berlari" dan repetasi "Allright, allright, allright, c'mon" menjadi hook dari lagu tiga menit ini. Dan juaranya? Slide gitar solo Dead DeLeo. Really really blowing!

05. Dare If You Dare 4:29
Lagu ini tak berlari jauh dari pola STP yang mungkin sudah Anda kenal. Masih dengan groovy bass dari Robert, serta melodic-riff dari Dean (simak mulai verse kedua). Chorusnya lagi-lagi mengandung citarasa Beatles-esque, dengan nuansa choir yang menghanyutkan.

06. Cinnamon 3:33
Sepintas mirip mendengarkan Manic Street Preachers bila cermati intronya. Lagu yang ditulis Weiland untuk mantan istrinya dengan gaya pop dan ringan dari gaya vokalnya. Alterasi yang sangat mantap dari Weiland untuk menunjukkan versatilitasnya.

07. Hazy Daze 2:59
Diciptakan di atas riff yang menjadi intro, bridge dan chorus dari lagu ini. Melodi dan vokal menarik dari gaya musik hard rock delapanpuluhan. Repetitif dan sedikit boring.

08. Bagman 2:45
Bermain dengan atmosfer funk, dengan chorus repetitif dan melodic bass yang menjadi dasar groove lagu ini. Masih ditambah dengan gaya bernyanyi di verse-nya. Namun atmosfernya makin melebur ke hard rock kala melodi Dean DeLeo mulai masuk.

09. Peacoat 3:29
Decent song, yang warnanya seperti resume dari total feeling album ini. Dicipta dari riff yang direpetisi dari awal sampai akhir. Verdict jatuh tak jauh dari Hazy Daze. Cocok jadi interlude.

10. Fast As I Can 3:33
Intro membawa kita ke lagu-lagu Soundgarden, harmoni tiga instrumen. Namun begitu masuk ke verse, ambience-nya kembali ke STP old school.

11. First Kiss on Mars 3:03
Judul dan gaya bernyanyi Scott Weiland sudah menunjukkan atributasi yang besar ke David Bowie. Lagu yang riang meluncur, dan masih mempertahnkan melodi slide khas DeLeo, membuat lagu ini potensial mengirim hook ke memori Anda, namun di saat bersamaan tema dan lema intergalaktisnya membuat lirinya sulit dicerna. Yang tertinggal di kepala saya: apakah itu Bowie atau Weiland? Serta keinginan kuat untuk menghafal lirik bridge-nya agar menjadi orang paling keren sedunia. Satu lagi lagu favorit saya!

12. Maver 4:53
Influens southern rock dengan masuknya pengaruh-pengaruh delta blues dan country. Old school rock, fondasi yang ditinggal sejak era Allman atau Lynyrd Skynyrd. Lagu dengan salah satu melodi terindah di album.

13. Samba Nova 3:35
Aransemen bossanova memasuki ambience lagu ini, baik dari muted chord gitar atau tarikan vokal Weiland. Meluncur ke intro menjadi sedikit lebih megah, namun tak beranjak dari root bossa-nya. Bass menjadi driver dari lagu ini mulai chorus sampai akhir. Saat melodi, vibrato dari tremolo gitar DeLeo menjadikannya sedikit lebih gelap, seperti signature lagu "galau" STP lainnya.


Final Verdicts
Bagi Anda yang ingin mendengarkan dan mengagumi versatilitas vokal Scott Weiland, maka album ini wajib dibeli. Bukan tanpa alasan bila sang vokalis mondar-mandir terlibat di banyak project, karena kapabilitasnya untuk menjangkau multi-genre. Namun bagi Anda yang ingin kembali ke akar musik STP, Robert dan Dean DeLeo tak meninggalkan Anda terlampau jauh. Overall, album ini adalah album comeback. Maka, selain gaya Weiland, secara musik memang STP tak "pergi" terlalu jauh dari "core" yang mereka patri semenjak awal '90-an. For the memory sake.

STONE TEMPLE PILOTS
Band: Stone Temple Pilots
Release Date: May 21, 2010
Label: Atlantic
Producers: Robert DeLeo, Dean DeLeo
Running Time: 41:16

Score: ☻☻☻☺☺
Reactions: 

Related

track by track 4930070771341260161

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

SHOP

Popular

Arsip Blog

item