Highlight 2011: Konser

Sebelum hijrah ke ibukota pada awal tahun lalu, portfolio menonton konser band mancanegara saya sangat seret. Probabilitas band manca untu...



Sebelum hijrah ke ibukota pada awal tahun lalu, portfolio menonton konser band mancanegara saya sangat seret. Probabilitas band manca untuk manggung di daerah selain Jakarta memang setipis kulit bawang. Maka betapa bersyukurnya ketika pada awal 2011 ini tugas membawa saya dinas ke ibukota - yang dibarengi beberapa announcement konser band mancanegara sepanjang tahun.

Tidak semua konser saya hadiri, namun 5 berikut adalah konser yang meninggalkan highlight berkesan untuk menambah pengalaman saya menonton.

Iron Maiden (Februari 2011)
Steve Harris dkk manggung di Jakarta mengawali tahun 2011 nan gemerlap penuh konser. Mereka mengawali tur panjang Final Frontier dari Asia Tenggara dengan Singapura sebagai destinasi pertama, dan Jakarta - serta Bali - menyusul. Ini adalah konser perdana mereka yang dinanti ribuan Troopers, penggemar Maiden. Saya sendiri tumbuh bersama band asal London ini, terutama kakak saya yang bisa dibilang seorang Trooper. Ia - kakak saya - tentu saja ikut menikmati penampilan Bruce Dickinson beserta puluhan ribu lainnya di Pantai Karnaval, Ancol.

Set yang ditampilkan sama persis dengan setlist yang dibawa untuk tur Final Frontier. Internet membawa saya mengintip susunan lagu mereka dari konser pemanasan di Russia, dan juga Singapura pada helatan sebelumnya. Sound yang ditampilkan cenderung kurang gagah, namun aksi panggung Iron Maiden jangan ditanya. Highlight utamanya tentu saja kematangan mereka sebagai stadium rockers yang bisa membawa penonton. Berulang kali terjadi koor masif yang dipandu Bruce Dickinson yang ditingkahi kepalan tangan dari audiens.

Setlist: Satelite 15, El Dorado, 2 Minutes to Midnight, The Talisman, Coming Home, Dance of Death, The Trooper, The Wicker Man, Blood Brothers, When the Wild Wind Blows, The Evil That Men Do, Fear of the Dark, Iron Maiden. Encore: The Number of the Beast, Hallowed Be Thy Name, Running Free.

Stone Temple Pilots (Maret 2011)
STP datang ke Jakarta dalam rangkaian promosi album self/titled yang diluncurkan tahun 2009. Tur ekstensif nan masif semenjak reuni dilakoni Scott Weiland cs ke berbagai daerah. Indonesia kebagian tanggal pada Maret, atau penghujung tur, dengan venue yang berpindah tiba-tiba - dari tadinya Pantai Karnaval ke Arena PRJ Kemayoran. Di luar dugaan, penonton konser ini sangat sedikit. Entah ke mana para (konon) pasukan grunge di negeri ini yang acap digembar-gemborkan masih solid dan masif. Mungkin itu sebabnya venue dipindah, supaya tidak terlihat terlalu kosong.

Konsernya sendiri berjalan dengan mulus. Tidak ada gangguan berarti, dengan performa Weiland yang konon sober, bisa menghajar varian pitch dari lagu-lagu STP. Setlist masih bawaan dari tur, sehingga bisa diantisipasi lagu apa yang akan muncul. Yang mungkin memuaskan penonton - sebagian besar mereka yang tumbuh di era 90an - adalah tampilnya hits-hits macam Interstate Love Song, Plush, atau Sex Type Thing yang familiar dengan audiens.

Setlist: Crackerman, Wicked Garden, Vasoline, Heaven and Hot Rods, Between the Lines, Hickory Dichotomy, Still Remains, Big Empty, Dancing Days, Silvergun Superman, Plush, Interstate Love Song, Huckleberry Crumble, Down, Sex Type Thing. Ecore: Dead & Bloated, Trippin' on a Hole in a Paper Heart.

Ed Kowalczyk (Juli 2011)
Vokalis Live ini menyempil di sela tur solonya dengan menjadi salah satu penampil festival Java Rockin' Land. Tampil sebelum headliner The Cranberries, Ed masih membawa aura showmanshipnya yang dikibarkan bersama bandnya yang tengah bubar, Live. Ia atraktif sekali mengajak dialog dengan penonton JRL dengan demografi yang sama dengan konser STP.

Audiens terlihat kurang menguasai materi album solo Ed, atau album Live pasca Secret Samadhi, namun koor masif hampir selalu terjadi manakala lagu dari Throwing Copper dikumandangkan. Di sini Ed Kowalczyk masih membuktikan diri sebagai frontman yang mampu menguasai panggung. Dengan portfolio pernah manggung dua kali di Woodstock, tentu membabat pentonton JRL bukan barang sulit baginya.

Setlist: All Over You, The Great Beyond, The Distance, Selling the Drama, Drink (Everlasting Love), The Dolphin's Cry, Stand, Heaven, Grace, Zion, I Alone. Encore: Overcome, The Beauty of Grey, Dance With You, Lightning Crashes.

The Cranberries (Juli 2011)
Barangkali konser Dolores O'Riordan cs ini merupakan klimaks konser mancanegara yang mampu menyedot atensi para penggemar musik. Ini adalah kali kedua mereka menyapa Jakarta, dan di momen kali ini The Cranberries menjadi headliner dari festival rock bersanding dengan 30 Seconds to Mars di hari pertama, serta Helloween di hari berikut. Dengan format yang "kurang rock" ditambah penampil sebelumnya (Ed Kowalczyk) lebih pas portfolionya dengan JRL, maka kehadiran The Cranberries sempat disangsikan akan mengulang sukses mereka pada 2002.

Tapi, fakta menunjukkan bahwa kehadiran band yang sempat bubar ini sebagai magnet pemerataan gender audiens. Banyak yang menanti The Cranberries, terutama kaum hawa. Maka tak heran ketika konser dimulai, front row justru didominasi perempuan. Beberapa di antaranya sudah mengamankan posisi sejak God Bless menghajar panggung utama, sekitar 4 jam sebelum konser!

Setlist yang dibawakan The Cranberries benar-benar "audiens-friendly". Tanpa materi album baru (kecuali sebuah lagu baru semenjak reuni), Fergal Lawler dkk bisa bebas menyusun setlist "Greatest Hits" yang bisa memuaskan penonton.

Setlist: Analyse, Animal Instinct, How, Dreaming My Dreams, Linger, Ode to My Family, Wanted, Tomorrow, Just My Imagination, Schizoprenic Playboy, I Can't Be With You, Waltzing Back, Free to Decide, Salvation, Ridiculous Thoughts, Zombie. Encore: Promises, Dreams.

Incubus (Juli 2011)
Fakta bahwa band asal California ini manggung berselang hari dari JRL mungkin membuat penjualan tiket sedikit lesu. Dari kapasitas Istora Senayan, mungkin hanya separuh yang diisi penonton. Ini tentu sedikit mengecewakan, mengingat Incubus tengah berada dalam prime career mereka.

Brandon Boyd cs datang untuk mempromosikan album terbaru mereka (If Not Now, When?) yang rilis pada 2010. Meski demikian, setlist disusun dengan katalog yang menampilkan banyak lagu dari album lawas mereka - terutama dari Make Yourself atau Morning View yang melambungkan nama Incubus di Indonesia.

Front row disesaki para penggemar Incubus, termasuk yang bergabung dengan komunitas Incunesia. Dari belakang (seat saya), merekalah yang menyelamatkan konser ini dengan energi yang antusias sepanjang konser menyambut apapun lagu yang dibawakan Mike Einziger dkk. Setlist yang dibawakan, dibandingkan dengan konser Malaysia sebelum jadwal Jakarta, lebih audience-friendly. Incubus menambahkan dua lagu, terutama "Love Hurts" dari album Light Grenade yang mempunyai banyak penggemar di sini.

Setlist: Megalomaniac, Wish You Were Here, Consequence, Pardon Me, Anna Molly, Love Hurts, Circles, Look Alive, Promises Promises, The Warmth, Drive, Rogues, Isadore, Glass, Talk Shows on Mute, Adolescents, A Crow Left of the Murder. Encore: In the Company of Wolves, Nice to Know You.
Reactions: 

Related

The Cranberries 8522435741256827040

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

Popular

Arsip Blog

item