Tarantinesque Western

Sebagai anggota dari free thinker league , Quentin Tarantino selalu punya persepsi menarik untuk disusupkan dalam film. Beberapa melegend...


Sebagai anggota dari free thinker league, Quentin Tarantino selalu punya persepsi menarik untuk disusupkan dalam film. Beberapa melegenda, antara lain interpretasi lagu “Like a Virgin” dari Madonna di Reservoir Dogs (1992).


Saya berpikir mungkin ia melakukan lagi, dalam menarik persepsi unik, ketika membuat film Django Unchained. Seperti halnya Inglourious Basterds (2009), ini adalah homage film lama yang berjudul Django. Spaghetti western tahun 1966 yang dibintangi oleh Franco Nero.

Nero dalam bahasa Italia berarti hitam. Mungkin dari sini asal mula konsep kenapa Django dalam versi reboot Tarantino diperankan oleh Jamie Foxx, sebagai eks budak yang memiliki kemampuan gunslinging. Sebuah ekstraksi dari pemikiran bebas.

Adaptasi ini lumayan menuai kontroversi di negeri asalnya (Amerika Serikat) yang masih gerah dengan tema rasial dan masa lalu perbudakan. Tapi saya melihat film ini sudah berupaya menetralisir dengan membuat black and white partnership, dari sisi jagoan atau villain.

Django Unchained sendiri tidak memiliki korelasi khusus dengan Django karya Sergio Corbucci selain beberapa “nod” ke kostum dan penampilan cameo dari Franco Nero untuk menjamin spelling D-J-A-N-G-O mendapat homage yang layak.

Penggemar spaghetti western tentu akan suka dengan Django Unchained, yang notabene adalah western flick pertama Tarantino. Tapi yang dipuaskan pastinya adalah para penganut mahzab Tarantinesque, lantaran ia masih setia membawa rukun-rukun imannya.

Bila di Kill Bill (2003) Quentin angkat topi untuk B movie bertema oriental, maka Django Unchained jelas porsi bagi fim koboi. Django asli sendiri merupakan salah satu film koboi free-thinker, dengan kadar kekerasan yang lumayan sadis pada masanya. Ini adalah scope yang kemudian diambil kembali oleh Tarantino selepas portfolionya di Kill Bill yang mengobral darah (atau sirup?). Hiperbola nyata.

Lalu heritage dari film sebelumnya, Basterds, dipertahankan. Christoph Waltz kembali menyita perhatian layar dengan memerankan gunslinger Jerman, Dr King Schultz. Bila Anda meyakini peran Waltz sebagai perwira NAZI (Hans Landa) layak Oscar, maka kali ini gandakan keyakinan Anda bahwa ia akan mengulang di kategori yang sama.

Samuel L Jackson masih kembali tampil, yang menjadikannya bintang film paling banyak berperan di film-film Tarantino. Yang baru adalah Leonardo Di Caprio.

Leonardo Di Caprio mengikuti jejak Brad Pitt sebagai nice boy yang dielaborasi kemampuan aktingnya dalam film Tarantino. Leo adalah Al Pacino generasi baru dalam hal berakting marah. Ini bisa keluar dengan sempurna di Django Unchained.

Rukun lain adalah resurjensi bintang tua. Don Johnson, si flamboyan playboy dari Miami Vice, mendapat kesempatan untuk mencuri perhatian via scene yang – menurut saya – paling memorable dalam Django Unchained. Mockery untuk Ku Klux Klan yang dalam setting watu film belum eksis. Itu adalah comedic moment yang paling lucu, setara dengan gagapnya Aldo Raine menanggapi Landa yang fasih berbicara Italia di Basterds.

Terakhir adalah cameo dari Tarantino yang juga ditunggu, sebagaimana Stan Lee muncul di tiap film Marvel. Kemunculannya, atau lebih tepat screen exit-nya, cukup mengundang tawa, which I won’t spoil how and when.

Django Unchained jelas mampu memenuhi ekspektasi mengenai film-film Tarantino yang mempunyai jamaah sendiri. It has all the ingredients.
Reactions: 

Related

western 5734746948263854923

Posting Komentar Default Comments

1 komentar

Shirley mengatakan...

Overall, a very satisfactory movie. Banyak yg menyayangkan ketidakhadiran editor langganan Tarantino, RIP Sally Menke. Tapi sejauh ini, sepertinya hanya itu keluhan yg beredar, selain kontroversi penggunaan N-word. Dan karakterisasi Brunhilde.

Gw pribadi sangat menikmati soundtrack Django, plus sinematografinya. Kontras antara padang salju dg adegan Dr Schulz memoles Django sbg seorang gunslinger, atau kontras padang tenang di malam Django dan Dr Schulz diserang penduduk kota... itu salah satu highlight Django Unchained buat gw.

Follow Me

-

Popular

Arsip Blog

item