5 Tempat Ngopi di Bintaro

Bagi warga Bintaro, akhir pekan adalah masa di mana mereka betul-betul mencari ada apa dengan lingkungannya (neighborhood). Dengan mayori...


Bagi warga Bintaro, akhir pekan adalah masa di mana mereka betul-betul mencari ada apa dengan lingkungannya (neighborhood). Dengan mayoritas pekerja (slogannya: The Professional City, terjemahan bebasnya: kota karyawan), waktu weekday warga Bintaro habis di Jakarta. Oleh karena itu, Jakarta boleh bebas macet di akhir pekan, tapi tidak dengan Bintaro (nasib serupa di sub-urban lainnya).

Hal itu juga berlaku dengan kedai kopi. Di akhir pekan, lonjakan pengunjung para pemburu kafein membuat tempat duduk di dalam kafe adalah harga mahal! Jangan berharap Anda akan mendapatkan spot instagrammable di kedai kopi favorit Anda pada akhir pekan. Padahal, ada banyak sekali kedai kopi di kawasan Bintaro, dari sektor 1 hingga 9. So, agar Anda selalu mempunyai opsi di kala kedai satu penuh, ketahuilah apa saja kedai kopi di kawasan Bintaro, beserta jam buka serta target "audience"-nya.

Berikut beberapa kedai kopi yang saya rekomendasikan di Bintaro. Yang dimaksud kedai di sini adalah tempat ngopi yang memberikan experience beda dibanding Anda menyeduh di rumah. Baik itu dari ambience tempatnya, peralatan untuk menyeduh, bahan baku, barista, atau mungkin fellow caffeiners yang datang.

ROUTINE
Letak Routine ada di atas Mini Stop, convenience store yang berlokasi di Sektor 7 (depan gedung CIMB Niaga). Tidak ada penanda yang besar, kecuali yang sudah hapal atau pengunjung Mini Stop. Routine berbagi lahan parkir dengan Mini Stop dan penghuni ruko Sentra Niaga lainnya (seperti Optik Melawai, Sate Khas Senayan, dan Century 21). So, tak perlu kuatir kehabisan tempat parkir.

Routine menyediakan espresso-based dan filter-brew (disamping fancy coffee seperti blend coffee). Ada barista yang siap membantu menyediakan cappuccino, affogato, atau seduh manual menggunakan V60 dan chemex. Pilihan bijinya juga disediakan, single origin dari Afrika, atau citarasa lokal. Selain kopi, ada juga teh dan makanan berat serta ringan. So, semua bisa gathering di Routine.

Routine cukup ramai pada hari kerja. Suasananya cukup nyaman untuk diskusi dan chit-chat. Tersedia ruangan untuk perokok dan non-smoker. Sesuai standar kafe, mereka juga menyediakan wi-fi bagi yang ingin bekerja. Namun, kedekatan lokasi dengan jalan raya (sehingga panas ketika siang hari), dan jumlah colokan yang terbatas membuat Anda harus pintar memilih spot bila ingin menjadikan Routine sebagai tempat bekerja mobile.

BROWNSTONES
Lokasi Brownstones ada di Jalan Bintaro Utama 3A, jalan utama yang menghubungkan antar-sektor di Bintaro. Bila Anda dari Plaza Bintaro, lokasinya persis setelah Ayam Lepaaas (sebelum STAN) di kiri jalan. Ini adalah area macet pada pagi dan sore hari (dan all-day ketika weekend). Tak ada palang di jalan. Identitas utamanya adalah dari tulisan yang tertera di terpal yang menempel di bangunan.

Interior Brownstones cukup lega dan dibagi menjadi smoker and non-smoker section. Yang menarik, ada area bermain anak-anak di kafe ini, sehingga sudah jelas siapa target market dari Brownstones. Kafe ini memang didesain agar pengunjungnya betah berlama-lama. Selain area bermain anak yang luas, terdapat juga berbagai macam bacaan yang disediakan gratis. Bagi smokers, bisa memilih area "outdoor" yang berada di belakang bangunan.

Yang patut diingat, parkir di sini bisa agak tricky ketika penuh. Mau tidak mau, Anda harus parkir di bahu jalan yang berpotensi mendukung kemacetan pada jalan tersebut.

Brownstones menyediakan espresso-based dengan dukungan mesin La Marzocco dan stok biji dari Morph Coffee. Harganya cukup murah, untuk memesan kombo cappuccino dan espresso, ketika saya ke sana (sekitar minggu ketiga April) hanya 32.000.

FILOSOFI KOPI
Berada di tengah belantara distro membuat Filosofi Kopi membidik target yang jelas. Segmen anak muda yang modern menjadi sasaran cabang kedua kedai kopi yang dikembangkan dari film adaptasi novel Dewi Lestari ini. Lokasinya ada di lantai dua bangunan distro di Sektor 1, Bintaro (kiri jalan dari arah Veteran, pada jalan searah), tepat di depan Ouval. Konsep desainnya rustic, seolah di loteng yang penuh dengan mural dan pop-art reference.

Kedai ini ramai luar biasa pada akhir pekan, namun agak sepi pada hari kerja. Parkir juga demikian. Kapasitas gedung sangat terbatas, tetapi Anda selalu punya opsi untuk parkir di beberapa distro yang terdapat di kanan dan kiri jalan. Setelah itu, Anda akan naik tangga menuju lantai dua, masuk langsung ke bar untuk memesan kopi.

Menu yang disediakan sama seperti Filosofi Kopi Blok M. Ada espresso-based, atau seduhan manual (termasuk kopi tubruk) yang menggunakan single origin kopi Indonesia. Setelah memesan, Anda bisa menyesap kopi di ruangan smoking (sebelah kiri) atau non-smoking (kanan). Tempatnya cukup kecil, sehingga Anda harus berbaur dengan pengunjung lain, termasuk duduk di "mini amphitheatre" unik yang menyediakan cushion dan colokan listrik.

KOPI MANYAR
Ada dua alasan orang berkunjung ke Kopi Manyar. Pertama karena kopi, dan berikutnya karena tempatnya "hip". Yang paling kuat biasanya karena mendengar bahwa tempatnya bagus dan "instagrammable". Tentu saja, karena Kopi Manyar adalah kedai yang bangunannya dirancang oleh arsitek terkenal, Andra Matin. Di dalamnya juga menampilkan portfolio karya Andra Matin, sehingga yang datang ke sana, selain pecinta kopi juga anak-anak desain (dan arsitektur) yang ingin ekskursi bangunan.

Kopi Manyar selalu penuh di akhir pekan. Perjuangan untuk masuk di sini setara dengan sulitnya mendapatkan parkir (tentu saja). Lokasinya tak jauh dari Filosofi Kopi, di bilangan Sektor 1, ke arah Masjid Jami Bintaro. Sebelum masjid, ada jalan Bintaro Tengah (jalan lumayan kecil muat dua mobil). Kopi Manyar ada di kanan jalan.

Rata-rata orang tidak akan mempermasalahkan bagaimana kopi di sini disajikan (ada espresso-based, dan manual brew). Kedai kopi memang sering dicari untuk urusan memberikan inspirasi, dalam hal ini tempatnya. Dan Kopi Manyar diminati, sedikit banyak tentang itu. Memetakan audiens yang datang memang terlihat segmen Kopi Manyar lebih banyak di kalangan anak muda yang design-conscious.

PIGEONHOLE
Warga sektor lain boleh iri dengan Sektor 1. Tak jauh dari Kopi Manyar, hanya satu belokan ke kanan setelah Masjid Jami Bintaro, terdapat coffee-haven, Pigeonhole Coffee. Tempatnya menempel dengan Rumah Main-Main, playground untuk anak-anak, sehingga pada akhir pekan Anda akan berebut parkir dengan penngunjung tempat tersebut. Meski menempel dengan rumah bermain, Pigeonhole mungkin tidak berisi keluarga yang menyesap kafein, melainkan hipster pecinta kopi yang datang karena kopinya.

Design-wise, Pigeonhole sangat bagus sebagai sebuah kedai yang letaknya cukup "nyempil". Inilah kedai kopi yang menyajikan segala sesuatu yang tidak akan ditemui dari pengalaman menyeduh kopi di rumah. Ada barista (yang andal), menu standar (espresso-based dan manual brew), stok biji yang beragam, peralatan bagus, serta suasana yang mendukung. Anda bisa memesan kopi lalu menyesap di bar sambil melihat barista beraksi. Atau sah saja untuk menikmati sambil menyalakan rokok, di luar.

Kapasitas Pigeonhole tidak terlalu banyak (sekitar 20-30 orang) yang akan segera penuh di akhir pekan. Konsepnya adalah espresso bar, datang, pesan, bayar di tempat yang sama. So, jangan segan untuk bertanya-tanya kepada kasir/barista yang jaga mengenai biji kopi apa yang direkomendasikan.

Selain lima tempat tersebut, masih banyak kedai kopi di kawasan Bintaro. Dari Sektor 1 hingga Sektor 9 ada banyak tempat yang bisa Anda kunjungi, di antaranya:

SEKTOR 1/2
Filosofi Kopi
Kopi Manyar
Pigeonhole

SEKTOR 3/5
Brownstones
Icon

SEKTOR 7
Routine
Community

SEKTOR 9
Saudagar Kopi
Ind.Us.Trie
Sebastian Coffee
Love Coffee

Mungkin ada yang bisa menambahkan? Simak juga cerita saya di Steller mengenai kopi.
Reactions: 

Related

urban living 8615252629889057747

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

Popular

Arsip Blog

item