Ikhtisar Keterpanaan


Oke, mulai dari mana?

Swiss adalah negara yang semua warganya merupakan tentara. Dengan konsep milisi, apabila terjadi perang, maka warga negara harus siap terjun sebagai kombatan.

Dus, konsekuensinya, sudah umum dan legal mayoritas warganya mempunyai senjata api. Tingkat kepemilikan senpi per kapita di Swiss sangat tinggi. Yet, crime rates di sana salah satu yang terendah.

Di Swiss, toko pinggir jalan woles saja menyalakan lampu etalase di saat mereka tutup. Berbatas kaca dengan jalan, tanpa khawatir akan dipecahkan oleh maling.

Terkait mengenai hankam, Swiss juga menyediakan bunker yang bisa menampung semua warganya di bawah tanah. Ini untuk antisipasi perang nuklir. Lokasi bunker ada di bawah kampung-kampung penduduk.

Sebagai negara yang dikelilingi pegunungan, Swiss membuat banyak terowongan sebagai akses masuk. Namun, semua terowongan ini siap diledakkan apabila terjadi perang untuk mengisolasi diri.

Jadi netral tidak melulu jadi pasifis, ternyata.

Adalah keajaiban, sebuah negara kecil mempunyai konsep yang cenderung berbeda dibanding arus utama. Orang banyak terpaku pada keindahan, kemakmuran dan anggapan warganya setiap hari santai makan cokelat sambil ber-yodel.

Melihat Swiss mestinya menggunakan perspektif kematangan proses bernegara yang terjadi selama bertahun-tahun tanpa interupsi. Dan yang terpenting, kehadiran negara yang memikirkan banyak aspek hidup rakyatnya. Negara yang “profesional”.

Profesional karena dengan pajak yang tinggi, hasilnya juga mampu dinikmati dengan adil. Adil artinya bila Anda ditilang dengan Ferrari, maka dendanya lebih tinggi dibanding Fiat. Ada sense of fairness.

Di Swiss kita bisa menggunakan sepeda milik negara dengan gratis. Cukup menitipkan deposit senilai 340.000 rupiah, maka kita bisa menggunakannya dengan bebas. Deposit balik utuh kalau kita sudah tidak akan menggunakannya.

Di Swiss, tempat parkir kota dikoordinasikan menjadi informasi umum yang terpampang di jalan-jalan. Dari tempat parkir stasiun, balai kota, museum, hotel, hingga kantor yang bisa digunakan. Memudahkan pengguna jalan mencari tempat terdekat.


Kami anjang ke Swiss masuk dari Jerman. Negeri yang sukses memamerkan adidaya dalam bidang efektivitas dan teknologi. Namun Swiss punya dimensi lebih.

Negeri ini, seperti pisau Swiss, memiliki banyak fitur tersembunyi yang membuatnya menonjol. Ke Swiss, di balik effortlessly beauty postcard scenery-nya, terhampar keajaiban teknologi dan rekayasa.

Adalah betul bahwa Swiss memiliki banyak terowongan. Di Kandersteg, saya ternganga ketika melihat bis (besar) yang kami tumpangi masuk ke atas gerbong kereta. Menumpang untuk menembus perut gunung dan tiba di sebaliknya hanya dalam bilangan 10 menit. Andai memutar, bis butuh waktu sejam-dua jam.

Adalah betul bahwa Swiss dikenal sebagai resor ski. Mudah mencapai ketinggian 4.000-an meter di atas permukaan laut tanpa harus mendaki. Teknologi kereta listrik dengan rel bergerigi memungkinkan pengangkutan massal manusia ke atap Eropa tanpa harus banyak berupaya.

Dengannya mereka memikirkan rekayasa yang menarik. Pembatasan kendaraan untuk mencegah polusi dan pemanasan di atas gunung misalnya. Swiss tidak membuat jalan menuju Zermatt, resor ski terkemuka yang sedikit lagi menggapai Matterhorn, puncak Alpen di logo cokelat Toblerone.

Untuk ke Zermatt, kendaraan berhenti di Tasch, lalu melanjutkan berkereta sekitar 10 kilometer. Jadi tidak ada kendaraan, kecuali kendaraan listrik operasional di Zermatt yang membuat suasananya masih seperti medieval dulu kala.

Di Swiss, kepercayaan terhadap penyelenggara negara sudah sedemikian tinggi. Level ketaatan mereka luar biasa sehingga sudah masuk ke dalam impuls sehari-hari. Kendaraan wajib berhenti bila di zebra cross ada pejalan kaki yang hendak menyeberang.

Rasanya itu juga berimbas pada kepercayaan kepada antarwarga, di mana belanja berkantong-kantong bisa diselesaikan dalam gerai self-checkout.

Anjang ke Swiss adalah keterpanaan melihat keteraturan dan harmoni. Di balik segala keindahan gunung, danau, dan kota-kotanya ada mekanis serumit jam tangan yang bekerja untuk meregulasi.

Saya pikir, itulah atraksi terbaik di Swiss. Berjalan ke ruang mesin, hal yang tidak bisa dilihat dari kartu pos, literatur, atau video YouTube.

Oke, mesti mengakhiri di mana, keterpanaan ini? I can blab another fifty-two-paragraph about this fascination.
Reactions: 

Related

zermatt 1390056058282932713

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

Translate

item