Dirgahayu

Sebelum long weekend pekan lalu, saya banyak mengerjakan order iklan ucapan selamat ulang tahun Republik tercinta kita yang menginjak u...


Sebelum long weekend pekan lalu, saya banyak mengerjakan order iklan ucapan selamat ulang tahun Republik tercinta kita yang menginjak usia 62 tahun. Dari pengamatan, kata yang paling umum digunakan untuk pengucapan ulang tahun dalam kaidah resmi adalah kata "dirgahayu". Terbayangkah jika instansi seperti Pemkot menggunakan kalimat: "Happy B-Day, Dear Indonesia", atau "Selamat Ulang Tahun Indonesia". Tentu tidak!


Dirgahayu sering diasosiasikan dengan istilah "Selamat Hari Ulang Tahun". Jadi tidak heran jika banyak sekali kalimat: "Dirgahayu Republik Indonesia ke-62", or else yang sekilas mencerna kalimat yang berasal dari bahasa sansekerta itu setara dengan happy birthday. Padahal, makna kata sebenarnya dari Dirgahayu bisa ditilik dari kajian asal kata "dirgahayu" yang disusun dari dua buah kata "Dirga" dan "Rahayu", setara dengan makna kata "Hidup" dan "Langgeng". Konteks dalam kata "Dirgahayu", bisa diartikan sebagai "panjang umur", "hidup" atau long live dan semacamnya. Kamus Besar Bahasa Indonesia juga mengindikasikan bahwa kata "Dirgahayu" berarti leksikal sebagai "panjang umur" atau "hidup".

Beberapa iklan yang terkonsep dengan baik, misalnya iklan Garuda Indonesia atau Gudang Garam di televisi, menggunakan kata Dirgahayu dalam konteks yang tepat. Biasanya berwujud "Dirgahayu Republik Indonesia" yang memang bisa dimaknai dengan tepat.

Konteksnya tidak tepat jika digunakan bersama indikasi usia seperti "Dirgahayu Indonesia yang ke-62". Sayangnya, konteks yang salah kaprah ini justru menjadi lazim digunakan di masyarakat kita. Bahkan menjalar ke instansi-instansi. Ketika saya menyodorkan copywriting untuk Bank Regional beberapa waktu yang lalu, dengan menggunakan kalimat "Dirgahayu Republik Indonesia", langsung direvisi dengan ditambah embel-embel "ke-62". Selang beberapa saat, Pemkot Jatim, atasnama Bagian Humas dan Protokoler mengirim iklan dengan kalimat serupa.


Rahayat akan menurut pamong. Jadi, jangan salahkan para seniman gapura di kampung-kampung yang turut menyemarakkan kesalahan berjamaah ini. Orang pamongnya aja ngga tahu.

Dirgahayu ketidaktahuan...
Reactions: 

Related

recent issues 7601560216884013957

Posting Komentar Default Comments

3 komentar

Ifool mengatakan...

huahahaha...

kesalahan ini sebenarnya udah lama jg gw sadari...tapi sayangnya begitu banyak orang2 yg salah kaprah...utamanya para pamong2 itu...

btw, yg bwat pemkot itu asyik banget.."dengan semangat..bla..bla..bla.."..pemkot banget gitu lho...

hehehe...

Nuki Adiati mengatakan...

Mau tau yg lebih salah kaprah lagi? "Dirgahayu HUT RI ke-62 tahun" Kalimat itu selalu jadi bahan olok2 gw dan bokap di rumah...haha...

Mohammad Helman Taofani mengatakan...

Dulu gw juga dikasi tau sama bokap loh NuQ...

Follow Me

-

SHOP

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

item