Wandavision dan Tapak Jalan bagi Fase Sinematik Marvel


Mulanya absurd melihat tampilan ala-ala sitkom dari generasi ke generasi yang mengisi episode awal-awal serial Wandavision. Ekspektasinya, tentu saja, ini bagian dari Marvel Cinematic Universe (MCU) yang dua tahun lalu baru khataman rilis Avengers: Endgame.

Beruntung di Disney+ (streaming service yang "menyiarkan" Wandavision), kita seolah dipaksa untuk menonton bridging-nya (Marvel Studio Legends). Semacam klip dari MCU yang menjelaskan duduk perkara dari absurditas mbak Wanda dan om Vision ini.

Memasuki paruh musim, sekitar episode 4, benang merahnya mulai bertebaran. No pun intended, terajut dalam bungkusan hex berwarna merah, yang menyisikan dalam dan luar dunia Wanda. Berbagai teoripun bertebaran. Mencoba mengenkripsi sedetil mungkin telur-telur paskah yang dipercaya disembunyikan di dalam tiap episode.

Teori House of M. Teori Fantastic Four. Teori merger inter-studio, ketika muncul Quicksilver dari franchise studio film sebelah. Dan seterusnya. Menjadi menarik diikuti dan sekali lagi bukti television event sukses adalah dibahas di tiap penayangannya. Beberapa jam usai mengudara tiap Jumat sore WIB, muncul "episode explained"-nya. Beserta rangkaian spekulasi dan teori tadi.

Jumat (5/3) kemarin, Wandavision rampung. Sepertinya hanya 20% teori-teori yang diudarakan penggemar terbukti. Soft spoiler, serial ini rupanya juga semacam bridging menuju ke fase berikut dari jagad sinematik Marvel. Konon, setelah bicara kekuatan kosmik purba dari seantero jagad, "deus ex machina"-nya akan berupa sihir. Maksudnya, justifikasi untuk over-eksploitasi dan mematahkan logika nantinya sesederhana menggunakan alasan magi.

Terungkap di akhir Wandavision, mengenai Wanda Maximoff yang di dunia komik dikenal sebagai Penyihir Merah (Scarlet Witch), seolah mempersiapkan jalan menuju konvensi magi-magi kuat, antara lain Stephen Strange dan villain yang banyak dibicarakan tapi tidak muncul: Mephisto.

Satu hal, sihir-sihir tentunya baru satu bidang dulu yang disiapkan. Landasan ekstra-terestial mungkin masih akan beredar dengan munculnya kaum Skrull juga di akhir Wandavision. Kemudian, antisipasi bahwa serial baru Disney+ yang akan menggantikan Wandavision juga mungkin membawa dimensi lain pula.

Dalam Wandavision, salah satu villain-nya, Tyler Hayward, sempat menyebut lomba posesivitas vibranium. Konon logam paling kuat dan berharga. Logam ini yang jadi bahan baku pembuatan tameng Kapten Amerika, yang di akhir Avengers: Endgame diwariskan kepada sahabatnya: Falcon.

Nah, Falcon dan Bucky Barnes (Winter Soldier) akan mengawali kiprah mereka melalui mini seri menggantikan Wandavision mulai 19 Maret nanti. Ini masih spekulasi, tetapi sepertinya di tengah kondisi pandemi (yang menyurutkan studio untuk membuat film budget mega) tanpa penyiaran di bioskop, akan banyak sinema yang dipecah jadi mini seri. Sinema-sinema perantara, untuk "minor cast" yang dulunya dibuatkan film fitur sendiri, kadang untuk memberi konteks ke epos intinya, kini diubah jadi miniseri.

Falcon and The Winter Soldier bisa jadi seperti Wandavision yang (hanya) membangun jembatan menuju jagad sinema fase berikut. Jadi, sebagai pengunyah pop corn buatan sendiri di sofa depan televisi, kita bisa mulai menata ekspektasi. Bahwa tidak akan ada big bang di akhir seri.


Ilustrasi dari instagram @blxredylo

Related

wandavision 6880441264672272215

Posting Komentar Default Comments

Follow Me

-

Podcast

Ads

Popular

@helmantaofani

Arsip Blog

Ads

Translate

item